Bom di Departemen Perdagangan Nihil, Investor Batal Datang

Bom di Departemen Perdagangan Nihil, Investor Batal Datang

- detikNews
Selasa, 07 Jun 2005 17:34 WIB
Jakarta - Seperti biasanya, yang namanya ancaman bom, hanya isapan jempol. Tak terbukti. Seperti yang terjadi di Departemen Perdagangan, Jl Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Selasa (7/6/2005). Setelah disisir sejam, kantor Mari Pangestu itu dinyatakan steril.Tim Jihandak Polda Metro Jaya yang dipimpin Kepala Unit Anti Teror Bom Sutiyanto menyisir semua sisi di gedung berlantai 12 itu. Namun ada beberapa ruangan yang tidak diizinkan diperiksa dan terkunci rapat. "Kantor Ibu Menteri sudah kami periksa, tidak ada juga," kata Sutiyanto pada wartawan pukul 17.10 WIB.Ancaman bom itu diterima Inspektur I Departemen Perdagangan, Anwar Wahab melalui SMS. SMS itu berbunyi Pada pukul 6.30 WIB ada orang menyelinap masuk ke gedung 1 lantai 12, meletakkan bom, dan akan diledakkan pukul 16.10 WIB.SMS diterima 15.15 WIB. Anwar langsung menelepon kembali ke pengirim bernomor 0815-13710397, tapi mailbox. Anwar lalu menghubungi satpam. Satpam lantas mengontak Polsek Gambir. Pukul 16.05 WIB, Gegana datang dan langsung menyisir.Para pegawai dievakuasi. Mereka berlarian menyelamatkan kendaraan mereka. Ruang parkir pun melompong.Menurut keterangan satpam yang berdinas Selasa pagi, pada pukul 06.30 WIB tidak ada orang luar yang masuk ke dalam gedung. Para pegawai juga belum berdatangan.Setelah disisir dan hasilnya nihil, para pegawai dipersilakan mengantor kembali. Tapi seperti diprediksi, hanya sebagian kecil yang masuk kembali ke ruangan kerjanya masing-masing. Lainnya memilih pulang.Sementara, agenda pertemuan Menteri Perdagangan dengan investor pukul 17.00 WIB terpaksa batal gara-gara ancaman ini. Investor yang seharusnya datang sebelum pukul 17.00 WIB, tidak hadir. Kebetulan Menteri Mari Pangestu juga sedang rapat kabinet di Istana Negara. (nrl/)


Berita Terkait