"Nggak (antikritik) sama sekali, saya terbuka banget dikritik. Kalau yang ini baru kenal aja. Siapa yang ikut saya 18 bulan (kampanye)?" kata Sandiaga kepada wartawan saat ditanya mengenai tudingan antikritik karena tidak mengunggah video rapatnya, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (12/12/2017).
Sandiaga mengatakan khawatir video tersebut dapat menimbulkan pro kontra di masyarakat. Dia tidak ingin warga terpecah belah, terutama dalam persiapan menuju Asian Games 2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga memantau langsung komentar-komentar warga terkait video rapat yang diunggah. Dia menilai komen tersebut bisa meresahkan."Kalau masalah ini bisa menimbulkan keresahan di masyarakat, kontroversi ini bisa jadi kontra produktif," ujarnya.
Sandiaga mengatakan belum berencana merevisi Pergub mengenai kewajiban untuk mengunggah video rapat. Dia menuturkan akan mengkaji Pergub tersebut lebih dulu.
"Nanti saya lihat kalau nanti disesuaikan, intinya memang Diskominfo bisa menyesuaikan itu. Di pasal dua kan harus disesuaikan dengan efektivitas. Tapi saya pikir pergub itu bagus," katanya. (fdu/aan)











































