DetikNews
Selasa 12 Desember 2017, 11:12 WIB

Praperadilan Setya Novanto

Prof Komariah Sebut Penetapan Tersangka Novanto Kedua Kalinya Sah

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Prof Komariah Sebut Penetapan Tersangka Novanto Kedua Kalinya Sah Setya Novanto (Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Jakarta - Prof Komariah Emong Sapardjaja menegaskan penetapan tersangka Setya Novanto untuk kedua kalinya oleh KPK sah secara hukum. Pendapat mantan hakim agung itu membantah dalil yang diajukan tim kuasa hukum Novanto terkait asas ne bis in idem.

Asas ne bis in idem berkaitan tentang seseorang yang tidak dapat dituntut kembali karena perbuatan pidananya telah diputus hakim. Namun Komariah berpendapat bila asas ne bis in idem hanya berlaku pada pokok perkara, sedangkan Novanto belum dituntut.


"Berarti (soal ne bis in idem) bahwa perkara itu sudah memasuki pokok perkara, jadi ne bis in idem hanya berlaku pada perkara pokok," ucap Komariah saat memberikan pendapat hukumnya dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).

Guru besar emeritus Universitas Padjajaran (Unpad) itu juga menegaskan bila praperadilan tidak mengulas tentang pokok perkara. Dengan demikian, menurutnya, asas ne bis in idem yang diajukan sebagai dalil tim kuasa hukum Novanto tidak tepat.

"Praperadilan itu sudah disebutkan tidak berbicara mengenai pokok perkara, hanya segi formal hukum acaranya. Jadi tidak ne bis in idem," ucap Komariah.


Dengan begitu, Komariah menyebut penetapan tersangka untuk kedua kalinya untuk Novanto adalah sah. "Boleh penetapan tersangka yang baru dengan syarat-syarat tertentu," imbuh Komariah.

Selain itu, tim kuasa hukum Novanto mempermasalahkan surat perintah penyidikan (sprindik) penetapan tersangka Novanto yang pertama. Menurut mereka, sprindik pertama itu telah dibatalkan praperadilan jilid pertama sehingga ketika KPK mengeluarkan sprindik kedua maka tidak bisa dijadikan dasar. Namun Komariah menegaskan ketika KPK mengeluarkan sprindik kedua maka sprindik pertama tidak berlaku.

"Dengan sendirinya sprindik atau penetapan tersangka yang pertama dengan sendirinya tidak berlaku ketika ditetapkan sprindik yang baru karena dibolehkan oleh putusan MK. Dengan sendirinya ketika dikeluarkan surat penetapan tersangka yang kedua, dengan sendirinya yang pertama tidak berlaku. Tapi tidak menyatakan sprindik yang kedua batal," ujar Komariah.
(knv/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed