ADVERTISEMENT

Ketegasan Menteri Jonan 'Ancam' Prancis Didukung Komisi VII DPR

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 12 Des 2017 11:14 WIB
Herman Khaeron. (Tri Ispranoto/detikcom)
Jakarta - Sikap tegas Menteri ESDM Ingasius Jonan soal minyak sawit RI di Prancis terus mendapat dukungan. Kali ini, mitra Jonan di parlemen, yaitu Komisi VII DPR, memuji ketegasan tersebut.

"Saya sepenuhnya mendukung ketegasan Menteri ESDM dan selanjutnya harus ada tim khusus untuk melakukan diplomasi yang dapat meyakinkan pasar di Uni Eropa bahwa sawit yang dihasilkan di Indonesia ramah lingkungan dan tidak merusak kawasan hutan," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR Herman Khaeron saat dimintai tanggapan wartawan, Selasa (12/12/2017).


Menurut Herman, permasalahan sawit di pasar internasional, khususnya Amerika dan Uni Eropa, tidak pernah luput dari kampanye negatif. Bahkan Parlemen Uni Eropa, dikatakan Herman, menyatakan tidak menggunakan sawit karena dilakukan dengan cara merusak lingkungan.

Karena itu, Herman menyebut sikap tegas Jonan soal sawit memang sangat diperlukan agar kampanye negatif ini berakhir. Herman berkeyakinan isu negatif tersebut dilancarkan guna kepentingan ekonomi negara tertentu.

"Saya menilai kampanye negatif yang dilakukan tersebut hanyalah sebagai cara untuk melindungi komoditas lokal dan motif ekonomi. Mereka kalah efisien dan kalah bersaing dengan sawit," tutur Herman.

"Untuk itu, saya mendukung sepenuhnya ketegasan dan upaya Menteri ESDM agar sawit diterima dengan baik di pasar internasional, khususnya Amerika dan Uni Eropa, yang selama ini sinis terhadap sawit," tegas dia.


Jonan bicara soal sawit dalam forum One Planet Summit 2017 di Prancis. Dia juga sempat menyaksikan penandatanganan 3 letter of intent (LoI) pembangkit listrik dari energi terbarukan antara PT PLN (Persero) dan Independent Power Producers (IPP) asal Prancis.

Acara penandatanganan kerja sama dilakukan di sela-sela acara Renewable Energy Companies Commited to Climate, dalam rangkaian One Plannet Summit, di Kedutaan Besar Indonesia di Paris.

Setelah menyaksikan penandatanganan kerja sama, Jonan pun memberikan sambutan. Ada sambutan Jonan yang membuat para hadirin terdiam, yaitu soal isu sawit Indonesia yang selama ini ditolak Uni Eropa.

"Ada hal penting yang ingin saya sampaikan ke pemerintah Prancis, soal minyak sawit RI. Minyak sawit RI ini harus bisa diterima. Kalau Prancis tetap menolak, maka bisa mengancam hubungan bilateral antara RI dengan Prancis," ujar Jonan. (gbr/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT