DetikNews
Senin 11 Desember 2017, 20:12 WIB

Tin Zuraida Sudah Bekerja Jadi Staf Ahli MenPAN-RB

Denita Br Matondang - detikNews
Tin Zuraida Sudah Bekerja Jadi Staf Ahli MenPAN-RB Tin Zuraida (Foto: dok. MA)
Jakarta - Tin Zuraida, istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, yang membuang sejumlah duit ke toilet, sudah hengkang sebagai pegawai MA. Sejak dilantik sebagai staf ahli Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Tin resmi bekerja di sana.

"Seingat saya, setahu saya, sudah dilantik di KemenPAN-RB kalau tidak salah. Itu benar atau salah saya (tidak tahu), nggak diundang soalnya, jadi saya kalau diundang ya hadir," jawab Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung Abdullah kepada detikcom di gedung MA, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (11/12/2017)

Abdulah mengatakan masa kerja Tin berakhir di MA sejak Tin dilantik oleh MenPAN-RB. Demikian juga status kepegawainya sudah berpindah dari Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung ke staf ahli MenPAN-RB bidang politik dan hukum.

"La itu, berakhirnya sejak dia (Tin) dilantik di tempat lain. Kan begitu sehingga kepegawaiannya melimpah dari sini ke kementerian lain, kan beliau PNS," ucap Abdullah.



Abdullah menilai seharusnya MA sudah menerima surat pemindahan tugas Tin. Tetapi Abdullah mengaku tidak tahu-menahu soal surat itu karena baru menjabat 7 bulan sebagai juru bicara MA.

"Untuk mengikuti itu (seleksi pegawai MenPAN-RB) kan harus ada izin atasan. Izin atasan itu saya nggak tahu, seleksinya kapan saya nggak tahu. Saya belum di sini. Secara administrasi ada (surat pemindahan tugas), tapi kapan saya tidak tahu. Kan mesti ke atasannya, Kepala Badan Litbang Diklat Kumwil MA," kata Abdullah.



Sebelumnya, Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik KemenPAN-RB Herman Suryatman mengatakan Tin ditetapkan dan dilantik sebagai staf ahli karena tak ada masukan dari publik.

"Setelah hampir setahun tidak ada perkembangan fakta hukum tentang yang bersangkutan, akhirnya yang bersangkutan ditetapkan dan dilantik," ucapnya.

Seperti diketahui, rumah Tin-Nurhadi 'diobok-obok' KPK setelah KPK melakukan OTT terhadap panitera PN Jakpus Edy Nasution pada April 2016.

Penggeledahan membuat panik seisi rumah. Tin pun menyobek-nyobek berkas dan membuang sejumlah uang yang nilainya mencapai Rp 1,7 miliar ke toilet.

Atas hal itu, Nurhadi-Tin berkali-kali diperiksa KPK dan statusnya hingga kini masih saksi. Nurhadi mengundurkan diri sebagai Sekretaris MA pada awal Agustus.
(rvk/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed