Pasien Difteri Meningkat, RSPI Sulianti Siap Tambah Ruang Isolasi

Eva Safitri - detikNews
Senin, 11 Des 2017 19:41 WIB
Dirut RSPI Sulianti Saroso dr Rita Rogayah dan Menkes Nila Moeloek menyambangi RSPI Sulianti Soeroso. (Rengga Sancaya/detikcom)
Dirut RSPI Sulianti Saroso dr Rita Rogayah dan Menkes Nila Moeloek menyambangi RSPI Sulianti Soeroso. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Jumlah pasien difteri di RSPI Sulianti Saroso pada Desember 2017 ini mengalami peningkatan. Mereka siap menambah ruang isolasi jika diperlukan.

"Desember awal bulan saja jumlah pasien sudah meningkat. Puncaknya Sabtu tanggal 9, itu 12 pasien," kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso dr Rita Rogayah.

Pernyataan tersebut disampaikan Rita dalam jumpa pers di RSPI Sulianti Saroso, Jalan Sunter Permai Raya, Jakarta Utara, Senin (11/12/2017). Dia memberi keterangan setelah Menteri Kesehatan Nila Moeloek melakukan pengecekan dan melihat kondisi pasien terduga difteri.

Dijelaskan Rita, hingga pagi tadi pihaknya merawat 32 orang pasien terduga difteri. Sebanyak 22 orang pasien merupakan anak-anak, sedangkan sisanya orang dewasa. Semua pasien rujukan ini masih dirawat di ruang isolasi.


"Sampai saat ini kami masih mengikuti perkembangan, saat ini pasiennya 33 orang. Jika pasiennya bertambah, kami akan menambah ruang isolasi lagi," jelas Rita. Menurut dia, RSPI Sulianti Saroso sudah biasa menangani pasien difteri dan jadi rujukan nasional.

Sebanyak 33 pasien terduga difteri ini, menurut Rita, datang dari berbagai daerah. Terbanyak dari DKI Jakarta, lalu dari Bekasi, Depok, Tangerang, hingga Bogor. Semua pasien menunjukkan gejala klinis difteri. Namun, untuk hasil apakah pasien positif difteri, Rita belum bisa memastikannya.

"Positif itu kan tunggu hasil dari pemeriksaan labnya. Pemeriksaan lab itu tidak cepat, tunggu sekitar 2 minggu. Tapi gejala klinisnya telah mendukung difteri," katanya. Saat ditanya soal status imunisasi seluruh pasien, Rita belum bisa menjawab karena pihaknya masih melakukan pendataan.

Rita mengatakan, sebelum difteri berstatus kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah daerah, pembayaran pasien tergantung apakah dia masuk dengan BPJS atau umum. Sejak KLB, pembayaran rumah sakit ditanggung pemerintah daerah.

Sepanjang Januari hingga November 2017, menurut Rita ada 61 orang pasien yang dirawat di RSPI Sulianti Suroso terkait difteri. "Ada tiga pasien meninggal, yaitu pasien anak. Satu pasien anak dari Tangerang," ujarnya. (hri/fdn)