"Karena kita pasang CCTV di sekitar lapas menunjukkan adanya bantuan dari pihak luar," kata Kalapas Kerobokan Tonny Nainggolan di kantornya, Jl Gunung Tangkubanperahu, Badung, Bali, Senin (11/12/2017).
Diduga pihak luar membantu memberi tahu Chrishan tentang adanya sederet bedeng setinggi 2 meter yang menempel di tembok lapas bagian timur. Jadi atap bedeng bisa menjadi pijakan ketika Chrishan dan Paul melarikan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari rekaman CCTV juga terlihat Paul, yang berada di Blok Lovina kamar nomor 4, mendatangi blok yang sama di kamar nomor 7 tempat Chrishan ditahan. Keduanya lalu memotong terali besi di atas plafon menggunakan gergaji besi.
"Kemudian mereka turun melalui tombok belakang dan memanjat beberapa tembok di sisi timur. Lalu Chrishan turun duluan diduga menggunakan tali untuk jemuran warna biru yang disambung kabel dan tangga," ucap Tonny.
Sementara itu, Paul terjatuh dari atap bedeng tempat buruh proyek renovasi gedung napi wanita. Sejumlah buruh proyek yang tengah tertidur terkejut, lalu menahan Paul.
"Paul sementara kita tempatkan di kamar isolasi untuk proses interogasi dan menghindari terjadinya penganiayaan oleh penghuni lainnya atas perbuatan Paul mencoba kabur," ungkap Tonny.
Tonny menegaskan pihak yang tertangkap CCTV membantu Chrishan kabur bukan sipir atau buruh proyek. Polisi bersama TNI dan Imigrasi turut membantu memburu Chrishan, yang masih berada di Pulau Dewata.
"Ada warga yang membantu itu bukan buruh proyek. Hasil koordinasi terakhir, yang bersangkutan masih ada di Pulau Bali," papat Tonny. (bri/asp)











































