DetikNews
Minggu 10 Desember 2017, 07:52 WIB

Menakar Kekuatan Ridwan Kamil-Deddy Mizwar-Sudrajat Menuju Jabar 1

Niken Purnamasari - detikNews
Menakar Kekuatan Ridwan Kamil-Deddy Mizwar-Sudrajat Menuju Jabar 1 Foto: Ilustrasi Pilgub Jabar. (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Jakarta - Pilgub Jawa Barat menjadi salah satu pilkada 2018 yang menarik disimak. Ridwan Kamil yang unggul di sejumlah survei bakal menghadapi pertarungan melawan Deddy Mizwar dan rival terbarunya, Mayjen (Purn) Sudrajat untuk merebut kursi Jabar 1.

Lalu, seperti apa peta kekuatan tiga calon tersebut?

Seperti diketahui, Ridwan Kamil diusung oleh NasDem, Golkar, PPP, PKB. Di DPRD, NasDem memiliki 5 kursi, Golkar 17 kursi, PKB 7 kursi dan PPP 9 kursi. Jika dijumlah, Ridwan Kamil telah mengantongi 38 kursi dan dapat melenggang mulus untuk mendaftar sebagai cagub.

Sebab persyaratan untuk pengusungan calon dari parpol yakni minimal 20 kursi. Ridwan Kamil telah memiliki 'kekuatan' untuk pengusungan tersebut.



Selain itu, dari hasil sejumlah survei, nama Wali Kota Bandung itu juga unggul dalam elektabilitas. Meski belum mengumumkan pasangan cawagub, Poltracking Indonesia merilis Ridwan Kamil unggul jika dipasangkan dengan Daniel Mutaqien.

Hasilnya, pasangan Ridwan Kamil-Daniel Mutaqien memperoleh 37,0%. Selanjutnya Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu (24,3%) dan pasangan Dedi Mulyadi-Puti Guntur Soekarno (7,0%).

Sementara itu, hasil survei yang dirilis Indocon menyebut elektabilitas Ridwan Kamil sebesar 34,6 persen. Akan tetapi dengan tingkat elektabilitas tersebut baru 15 persen saja yang mantap memilihnya di Pilgub Jabar 2018.

Kemudian disusul Dedi Mulyadi (15,3%), dan Deddy Mizwar (11,9%). Sedangkan untuk elektabilitas calon wakil gubernur, Desy Ratnasari berada di posisi teratas dengan meraih 17%, disusul Uu Ruzhanul Ulum 8%, dan Netty Prasetiyani 7%.

Calon kedua yang bakal 'membayangi' langkah Ridwan Kamil di Pilgub Jabar yakni Deddy Mizwar. Deddy yang berpasangan dengan Ahmad Syaikhu mengantongi dukungan dari Koalisi Zaman Now yakni gabungan Demokrat, PAN dan PKS.

Keputusan mengikat duet Deddy-Syaikhu tertuang dalam penandatanganan kerja sama antara Pjs Ketua DPW PKS Jabar Nur Supriyanto dengan Ketua DPD Demokrat Jabar Irfan Suryanagara dan Ketua DPW PAN Ahmad Najib pada Jumat (24/11/2017) dini hari.



Dukungan itu semakin memperkuat Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu dengan kekuatan kursi di DPRD. Partai Demokrat di DPRD diketahui memiliki 12 kursi, PAN 4 kursi dan PKS 12 kursi dengan total 38 kursi.

Terakhir, ada nama Mayjen (Purn) Sudrajat. Nama ini dideklarasikan langsung oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pilihan mengusung Sudrajat disebut Prabowo berdasarkan proses panjang dan seleksi di internal.

Gerindra menurut Prabowo juga melibatkan tokoh masyarakat dan ulama dalam pengambilan keputusan di Pilgub Jabar.

"Melalui konsultasi yang cukup padat dengan meminta masukan akhirnya kita dengan mantap kita putuskan akan mengajukan saudara Mayjen Purn Sudrajat sebagai cagub Jabar yang akan datang," ujar Prabowo di kediamannya, Hambalang, Bogor, Sabtu (9/12/2017).



Untuk memuluskan jalan Sudrajat sebagai Cagub, Gerindra tak bisa sendirian. Gerindra yang memiliki 11 kursi di DPRD tentu harus berkoalisi. Sebab itu, Prabowo ingin melobi sejumlah parpol untuk menambah dukungan.

"Tentunya kita sekarang harus keliling. Kita harus melobi kawan-kawan kita dari PKS-PAN mungkin juga partai-partai lain, kita juga terbuka. Mungkin kalau ada partai lain yang sudah tobat bisa kita terima," kata Prabowo.
(nkn/aud)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed