DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 17:28 WIB

Indonesia, Qatar dan Yordania Bangun Kekuatan Dukung Palestina

Tsarina Maharani - detikNews
Indonesia, Qatar dan Yordania Bangun Kekuatan Dukung Palestina Foto: Indonesia, Qatar dan Yordania Bangun Kekuatan Dukung Palestina (Rani-detikcom)
Jakarta - Panasnya isu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel menimbulkan kecaman dari berbagai negara. Indonesia, bersama Qatar dan Yordania sebagai negara mayoritas Islam sepakat bersatu mendukung Palestina.

"Kita tadi bahas soal Yerusalem juga. Saya pikir kita perlu bersatu, terutama sebagai negara Muslim untuk mengirimkan pesan melawan tindakan yang dilakukan oleh AS," ucap Menlu RI Retno LP Marsudi di usai melakukan pertemuan bilateral di sela-sela Bali Democracy Forum ke-10, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Jl BSD Grand Boulevard, Tangerang, Kamis (7/12/2017).

Retno mengatakan juga sudah membahas persiapan konferensi Organisasi Kerja sama Islam (OKI) pada 13 Desember mendatang dengan kedua negara.

"Tadi kita diskusikan mengenai persiapan konferensi OKI pada 13 Desember," sambungnya.

Indonesia, Qatar dan Yordania Bangun Kekuatan Dukung PalestinaFoto: Indonesia, Qatar dan Yordania Bangun Kekuatan Dukung Palestina (Rani-detikcom)






Menlu Qatar Sultan bin Saad al-Muraikhi mengatakan memiliki pandangan yang sama dengan Indonesia terkait persoalan klaim sepihak Yerusalem oleh AS. Ia juga setuju dengan ide bergabungnya kekuatan negara-negara Islam.

"Ya, kita punya concern yang sama dengan Indonesia terkait aksi yang dilakukan AS. Kita sudah bicarakan bagaimana bisa segera bersatu sebagai bagian dari negara Arab dan Islam," ujar al-Muraikhi.

Menteri Politik dan Urusan Parlemen Yordania Musa Habes Musa Maaytah menegaskan untuk memberikan tekanan pada AS agar proses perdamaian dapat berjalan dengan baik. Ia juga menyampaikan bahwa Palestina memiliki hak atas Yerusalem.

"Kita setuju untuk bersatu dalam posisi yang sama sesuai dengan apa yang diamanatkan oleh PBB. Kita bekerja sama sebagai negara Islam dan memberikan tekanan pada AS untuk memulai proses perdamaian yang sebenar-benarnya," ucap Maaytah.

"Masyarakat Palestina memiliki hak-hak atas negaranya dan atas tanah Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina," ucapnya.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed