DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 16:43 WIB

Ngetem di Dekat Rel, Sopir Angkot Dihukum Push-Up 15 Kali

Arief Ikhsanudin - detikNews
Ngetem di Dekat Rel, Sopir Angkot Dihukum Push-Up 15 Kali Sopir angkot dihukum push-up 15 kali. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Hukuman untuk angkot yang mangkal tak hanya tilang, tetapi juga push-up. Hal itu diterapkan oleh Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat saat melakukan razia di Jalan Latumenten.

Saat petugas melakukan operasi di dekat pintu pelintasan kereta api di Jalan Latumenten, beberapa angkot langsung kabur. Sebagian dari mereka tertangkap dan diganjar hukuman push-up 15 kali.

"Hukuman push-up oleh pihak Dinas Perhubungan terhadap beberapa angkot yang tertinggal diharapkan membuat efek jera untuk tidak ngetem atau mangkal di dekat pintu pelintasan rel kereta api di Jalan Latumenten," kata Kasatpelhub Kecamatan Tambora Rustam Evendy dalam keterangannya, Kamis (7/12/2017).




Hukuman push-up itu adalah peringatan bagi sopir yang mangkal. Jika kedapatan mangkal kembali, mereka akan mendapat surat tilang.

"Bilamana kedapatan ngetem sembarangan lagi, kami akan tidak tegas dengan tilang," ujar Rustam.

Selain operasi di dekat pintu pelintasan Latumenten, Dishub melakukan razia di Jalan H Mas Mansyur, dan Jalan Pejagalan. Hasilnya, ada beberapa kendaraan ditilang atau BAP maupun diderek.

"Sembilan angkot ngetem di-BAP Dishub. Penderekan tiga mobil parkir di bahu jalan dan di atas trotoar, operasi cabut pentil 9 (OCP)," ujar Rustam.

Rustam mengatakan razia ini dilakukan sebagai operasi rutin Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Dia meminta kepada masyarakat, terutama angkutan umum, untuk tertib.

"Kami akan terus menindak setiap angkutan umum yang ngetem sembarangan," ucapnya.
(aik/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed