DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 16:30 WIB

Disetujui DPR Jadi Panglima, Marsekal Hadi: Rasanya Plong

Audrey Santoso - detikNews
Disetujui DPR Jadi Panglima, Marsekal Hadi: Rasanya Plong Marsekal Hadi Diarak Teman Seangkatan/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - DPR merestui Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi sebagai Panglima TNI lewat Sidang Paripurna. Langkah Hadi menjadi orang nomor satu di TNI semakin dekat. Hadi mengaku perasaannya lega setelah dua hari terakhir mengikuti serangkaian tahap pengangkatan dirinya menjadi Panglima TNI di DPR.

"Dari dua hari ini kan saya melaksanakan proses itu ya, sampai dengan paripurna. Mulai dari Komisi I, kemudian sore ini sudah dilaporkan kepada Ketua DPR. Sehingga perasaan saya sudah ya plong ya," kata Hadi usai mengikuti Sidang Paripurna di gedung Nusantara II, Komplek DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2017).

Hadi merasa beban yang diberikan kepadanya untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan telah hilang.

"Plongnya apa? Karena beban yang diberikan kepada saya, pertanggungjawaban kepada saya untuk melaksanakan fit and proper test itu sudah selesai," ujar Hadi.

Di paripurna, seluruh anggota DPR menyepakati hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilakukan oleh Komisi I DPR. Pembahasan soal calon Panglima TNI dimulai dari pembacaan laporan fit and proper test yang disampaikan Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis.

Kharis menyampaikan Komisi I sudah menjalankan amanat yang disampaikan presiden.

"Komisi I memutuskan menyetujui pemberhentian dengan hormat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo seraya memberikan dedikasi serta kinerja sebagai Panglima TNI. Kemudian, memberikan persetujuan pengangkatan Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P sebagai Panglima TNI," ujar Kharis di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Usai pemaparan Kharis, Wakil Ketua DPR yang memimpin sidang Fadli Zon meminta persetujuan dari anggota dewan. Peserta sidang menyepakati laporan Komisi I.

Usai disepakati, Marsekal Hadi maju ke depan. Hadi bersalaman dengan pimpinan DPR Fadli Zon, Fahri Hamzah, dan Taufik Kurniawan. Prosesi selanjutnya yaitu pengukuhan Marsekal Hadi sebagai Panglima TNI. Marsekal Hadi akan dilantik oleh Presiden Jokowi.






Kemarin (Rabu, 6 November 2017), Marsekal Hadi menjalani serangkaian fit and proper test oleh Komisi I DPR. Komisi I menyetujui Hadi menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo.

Saat diuji DPR, Marsekal Hadi menyoroti lima hal terkait fungsi dan peran TNI yang harus diperkuat. Kekuatan TNI, menurutnya, harus dioptimalkan menghadapi kondisi global saat ini.

Lima hal yang disorot Hadi adalah tatanan dunia baru akibat pengaruh kekuatan ekonomi baru, terorisme, cyber war, kemajuan China dan stabilitas keamanan kawasan Laut China Selatan, dan pertahanan di laut.

"Kondisi tersebut semakin rumit dengan masuknya aktor-aktor non-negara yang mengusung kepentingan individu maupun kelompok dalam berbagai kemasan, mulai ideologi agama, suku, hingga murni motif ekonomi," kata Hadi dalam uji kepatutan dan kelayakan calon Panglima TNI di ruang Komisi I DPR.
(aud/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed