DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 15:54 WIB

Usai Jalani Operasi Ulang Tahap I, Begini Kondisi Novel Baswedan

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Usai Jalani Operasi Ulang Tahap I, Begini Kondisi Novel Baswedan Novel Baswedan (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Novel Baswedan selesai menjalani operasi ulang tahap pertama dengan menanamkan jaringan dari gusi ke mata kirinya. Dari hasil pemeriksaan hari ini, KPK menyebut hasil operasi Novel itu dalam kondisi baik.

"Operasi (hari) Rabu adalah operasi pembuangan jaringan gusi di mata kiri yang pertumbuhannya tidak baik, diganti dengan jaringan gusi baru," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (7/12/2017).


"Hasil kontrol hari ini, penyambungan jaringan gusi baik. Hasil jahitan terlihat rapi, perdarahan baik (terlihat merah)," imbuhnya.

Dari hasil foto Novel yang dilihat detikcom hari ini, tampak Novel terbaring di ruang perawatan rumah sakit. Mata kirinya diperban. Dalam foto lain yang diterima, anak Novel, Umar, juga bercengkerama dengan Novel di tempat tidur.

Sementara itu, istri Novel, Rina Emilda, mengatakan suaminya sudah bisa beraktivitas dengan beribadah ke masjid. Emil, sapaan perempuan ini, mendampingi Novel selama operasi di Singapura.

"Alhamdulillah sehat, sudah bisa beraktivitas kembali. Sore ini sudah bisa jalan ke masjid," kata Emil.

"Nggak boleh kena air, matanya masih harus (ditutupi) plastik pelindung," imbuh Emil.


Novel Baswedan menjalani operasi tahap pertama kembali kemarin (6/12) setelah pertumbuhan selaput mata kirinya diketahui tidak merata. Kondisi ini membuat operasi tahap kedua, yang seharusnya dilangsungkan pada 20-21 Oktober lalu, terpaksa ditunda. Sebab, operasi lanjutan baru bisa dilakukan jika pertumbuhan selaput mata kiri sudah rata. Operasi tahap pertama ini disebut left eye buccal mucous membrane graft.

Novel Baswedan mengalami teror penyiraman air keras pada 11 April 2017 seusai melaksanakan salat subuh di dekat kediamannya. Sejak saat itu, Novel berada di Singapura untuk menjalani perawatan terhadap kedua matanya yang terluka akibat air keras.

Kondisi mata kirinya paling parah akibat terpapar zat kimia itu. Operasi tahap kedua, yang seyogianya dilaksanakan 20-21 Oktober lalu, mundur dari jadwal karena pertumbuhan kornea matanya belum rata. Akibatnya, operasi memang diperkirakan ditunda 1 hingga 2 bulan kemudian.

Sementara itu, Polda Metro Jaya, yang menangani kasus ini, baru merilis dua sketsa wajah baru terduga pelaku yang terlibat teror penyerangan terhadap Novel. Sebanyak 167 personel kepolisian dikerahkan untuk mengusut kasus ini. Bahkan nomor hotline juga dibuka bagi masyarakat yang memiliki informasi mengenai identitas keduanya.
(nif/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed