DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 12:05 WIB

Bos First Travel Minta Sitaan Aset Rp 40 M Dikembalikan untuk Umrah

Zunita Amalia Putri - detikNews
Bos First Travel Minta Sitaan Aset Rp 40 M Dikembalikan untuk Umrah Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman/Foto: Dok. Instagram
Depok - Bos First Travel Andika Surachman lewat pengacara meminta polisi 'melepaskan' aset sitaan kasus dugaan penipuan perjalanan umrah. Aset senilai Rp 40 miliar yang berstatus sitaan diminta dicairkan demi keberangkatan umrah calon jemaah.

"Kan sudah tercatat Rp 40 miliar itu dalam bukti autentik, itu sudah merupakan fakta. Tapi dalam rangka kepentingan jemaah tentu lebih baik uang itu dikembalikan dulu ke jemaah untuk di-manage sehingga kita bisa berangkat," kata pengacara Andika, Rusdianto Matulatuwa kepada wartawan di Kejari Depok, Jl. Boulevard Raya, Pancoran Mas, Kamis (7/12/2017).



Menurut Rusdianto, pengembalian aset ini harus dilakukan cepat demi jemaah. Sebab kepastian aset terkait tindak pidana akan terlalu lama bila menunggu putusan berkekuatan hukum tetap (inkrah).

"Kalau dia (polisi) hanya ingin melihat ini dari sisi kaca mata kuda, hanya pada proses pemidanaannya, maka uang Rp 40 miliar akan tertahan. Untuk pro justitia ini dalam waktu 3-5 tahun dan disita oleh pihak kepolisian itu kan ada uang yang juga merupakan uang jemaah," sambungnya.

Andika saat mengikuti proses pelimpahan tahap dua di Kejari Depok kembali berjanji memberangkatkan calon jemaah yang sebelumnya gagal berangkat umrah. Total calon jemaah yang akan diberangkatkan mencapai 50 ribu orang.



"Kita akan melakukan perdamaian dan nggak ada istilah kepailitan. Kita akan memberangkatkan calon jemaah 50 ribu," ujar Andika.

Janji memberangkatkan calon jemaah umrah pernah disampaikan Andika saat rapat kreditur PKPU First Travel di PN Jakpus, Selasa (5/12). Andika saat itu mengaku bertanggung jawab melindungi kepentingan hukum para pendana pemberangkatan umrah calon jemaah.



Calon jemaah dimina Andika tidak perlu khawatir. Andika mengaku akan meminta seluruh aset yang disita polisi dijual demi membiayai keberangkatan umrah calon jemaah.

(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed