DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 01:06 WIB

Komisi I Beberkan Janji-janji Marsekal Hadi Saat Fit and Proper Test

Audrey Santoso - detikNews
Komisi I Beberkan Janji-janji Marsekal Hadi Saat Fit and Proper Test Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dimulai. Komisi I DPR RI menjadi 'juri' bagi Hadi (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Asril Tanjung, membeberkan janji-janji Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto dalam sidang uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) siang tadi. Hadi telah dinyatakan lulus fit and proper test sebagai Panglima TNI oleh Komisi I.

Hadi, kata Asril, berjanji mulai dari memaksimalkan penggunaan alutsista buatan dalam negeri, menjaga hubungan TNI-Polri, mengatasi penggusuran purnawirawan TNI dari rumah dinas, membenahi sistem pengelolaan SDM, hingga menjaga netralitas TNI di tahun politik.

"Janji beliau di industri pertahanan strategis ini, kita utamakan nanti maksimal bahan-bahan buatan dalam negeri. Ya secara bertahaplah. Sekarang kan dalam undang-undang kita masih 35 persen kandung lokal. Mereka akan mencoba setelah itu 50 persen. Setelah itu 100 persen, beliau (Hadi) janji," kata Asril di gedung Nusantara II, Kompleks DPR, Senayan, Jakpus, Rabu (6/12/2017).


Asril mengatakan Panglima TNI harus memberdayakan industri pertahanan dalam negeri dan tidak terlalu bergantung pada industri pertahanan luar negeri. "Kita harus jadi negara besar juga. Gimana nasibnya kalau beli-beli terus," sambung Asril.

Asril mengatakan Hadi telah mengakui keberadaan TNI saat ini belum maksimal. Hadi juga mengakui anggaran untuk TNI perlu ditambah.

"Dia mengakui sendiri. Kan tadi ditanya Fraksi Gerindra 'Gimana Pak Calon Panglima, menurut sampeyan cukup tidak?', nah dia jawabnya diplomatis juga," ujar Asril menirukan percakapan dengan Hadi.


"Jawaban beliau, 'Memang anggaran perlu penambahan'. Artinya, ini memang belum cukup. Beliau agak jujur ini. Dia juga mengatakan, 'Saya menyadari bahwa keberadaan TNI belum 100 persen maksimal," imbuh Asril.

Janji Hadi selanjutnya, diterangkan Asril, adalah menciptakan hubungan antara TNI-Polri yang tiada konflik. "'Insyaallah selama saya jadi Panglima TNI, tidak ada konflik antara TNI dengan Polri. Itu kalian pegang. Catat!" ucap Asril, yang menirukan ucapan Hadi.

Kemudian, lanjut Asril, Hadi juga menyoroti masalah penggusuran rumah-rumah dinas para purnawirawan. Hadi berjanji akan mencari solusi untuk masalah itu.


"Usir-usir, gusur-gusur rumah purnawirawan itu sudah dibahas tadi. Dia akan janji menyelesaikan itu pelan-pelan. Saya kan sedih purnawirawan digusur-gusur oleh mantan anak buah lagi. Gimana mau menang perang kalau masalah dalamnya nggak selesai. Dia bilang, 'Oh iya, Pak, nanti saya janji,'" jelas Asril.

Janji Hadi berikutnya, lanjutnya, memperbaiki sistem rotasi jabatan karena saat ini kondisinya banyak perwira menengah TNI yang tidak memiliki jabatan atau nonjob.


"Terjadi katanya ada pengangguran intelektual TNI karena banyak pamen. Banyak sekarang yang tidak punya jabatan. Ini permasalahan yang beliau ingin ikut menyelesaikan permasalahan. Ini akan beliau bikin semacam piramida," terang Asril.

Terakhir, Hadi juga berjanji menjaga netralitas TNI dalam momen Pilkada Serentak 2018 serta Pileg dan Pilpres 2019. "Tapi dia janji, 'Saya menjamin netralitas TNI baik pilkada serentak, pileg maupun pilpres.' Itu Hadi Tjahjanto yang ngomong," tutup Asril.
(aud/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed