DetikNews
Rabu 06 Desember 2017, 13:43 WIB

Pertumbuhan Kornea Mata Novel Lambat, Operasi Tahap Dua Batal

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Pertumbuhan Kornea Mata Novel Lambat, Operasi Tahap Dua Batal Novel Baswedan (Foto: dok. detikcom)
Jakarta - Penyidik senior KPK Novel Baswedan kembali menjalani operasi mata kirinya. Bukan operasi tahap kedua, melainkan pembaruan penanaman jaringan gusi.

"Hari ini, 6 Desember 2017, setelah 237 hari sejak penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, direncanakan akan dilakukan operasi pada mata sebelah kiri. Dikarenakan pertumbuhan selaput mata kiri melambat, dibutuhkan penanaman kembali bagian gusi Novel di mata kiri tersebut," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (6/12/2017).

Diharapkan, dengan pembaruan ini, pertumbuhan selaput mata kirinya akan lebih baik. Sebab, operasi tahap kedua baru bisa dilakukan jika pertumbuhan selaput mata kirinya sudah merata.

"Hal ini berarti, operasi tahap kedua belum dapat dilakukan, karena untuk operasi tahap kedua dibutuhkan pertumbuhan merata seluruh selaput di mata kiri. Sore ini dokter merencanakan dilakukan operasi perbaikan gusi yg ditanam di mata kiri," ucap Febri.

Novel menjalani operasi di Singapura. Dia didampingi oleh keluarga, yang salah satunya istrinya, Rina Emilda.

Novel Baswedan mengalami teror penyiraman air keras pada 11 April 2017 seusai melaksanakan salat subuh di dekat kediamannya. Sejak saat itu, Novel berada di Singapura untuk menjalani perawatan terhadap kedua matanya yang terluka akibat air keras.

Kondisi mata kirinya paling parah akibat terpapar zat kimia itu. Operasi tahap kedua, yang seyogianya dilaksanakan 20-21 Oktober lalu, mundur dari jadwal karena pertumbuhan kornea matanya belum rata. Akibatnya, operasi memang diperkirakan ditunda 1 hingga 2 bulan kemudian.

Sementara itu, Polda Metro Jaya, yang menangani kasus ini, baru merilis dua sketsa wajah baru terduga pelaku yang terlibat teror penyerangan terhadap Novel. Sebanyak 167 personel kepolisian dikerahkan untuk mengusut kasus ini. Bahkan nomor hotline juga dibuka bagi masyarakat yang memiliki informasi mengenai identitas keduanya.

KPK sendiri berharap dua sketsa baru yang dirilis kepolisian akan mempercepat ditemukannya pelaku kasus ini.

"KPK berharap, setelah dua sketsa orang yang diduga terlibat disebar oleh Polri, mereka segera dapat ditemukan dan proses hukum dilakukan lebih lanjut," tutur Febri.
(nif/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed