Inisiator GP PDIP: Ada Kemungkinan Bentuk Partai Baru

Inisiator GP PDIP: Ada Kemungkinan Bentuk Partai Baru

- detikNews
Senin, 06 Jun 2005 08:38 WIB
Jakarta - Setelah dipecat dari keanggotan PDI Perjuangan (PDIP) dan di-recall sebagai anggota DPR, inisiator Gerakan Pembaruan PDIP Sukowaluyo Mintohardjo akan memikirkan membentuk partai baru. Pembentukan partai baru ini bisa saja terwujud apabila rekonsiliasi tidak terjadi dengan kepengurusan DPP PDIP yang dipimpin Megawati Soekarno Putri."Kemungkinan itu tidak tertutup apabila rekonsiliasi tidak terwujud. Mereka pikir merasa tidak perlu rekonsiliasi karena yang dipecat hanya 12 orang," kata Sukowaluyo kepada detikcom ketika dihubungi melalui telepon, Senin (6/6/2005).Namun, Sukowaluto masih tetap memperjuangkan nilai-nilai pembaruan terhadap PDIP yang diusung bersama rekan-rekannya. Setelah diputuskan dipecat dalam kepengurusan PDIP, dirinya sudah melakukan beberapa hal, seperti membentuk kepemimpinan kolektif gerakan pembaruan di daerah-daerah, membentuk opini di masyarakat, dan proses hukum terhadap pemecatannya beserta rekan seperjuangannya di pengadilan.Mengenai di-recallnya sebagai anggota DPR, Sukowaloyo menjelaskan, DPP PDIP tidak mempunyai hak untuk melakukan itu. Dirinya dipilih sebagai anggota DPR karena konstituen yang mendukungnya, bukan dipilih oleh DPP PDIP. "Pemilu kemarin bukan memilih tanda gambar, tapi memilih orang. Jadi tidak bisa seenaknya," jelasnya.Menurutnya, dilakukannya recall disebabkan seseorang melakukan tindak pidana atau terdakwa dalam kasus tertentu. "Kalau beda pendapat saja, tidak bisa dipecat," tandasnya.Seperti diketahui, sebagian kader yang berkumpul dalam Gerakan Perubahan atau Pembaruan ingin menghilangkan atau membatasi hak prerogatif ketua umum Megawati sebagai formatur tunggal. Megawati berwenang membentuk susunan pengurus partai yang dipilihnya sendiri. Akan tetapi, sepertinya Megawati mendapat dukungan kader di akar rumput. Politisi reformis seperti Sophan Sophian, Arifin Panigoro, Laksmana Sukardi, Kwik Kian Gie, Sukowaluyo dan lain-lain tidak berdaya apa-apa. Mereka sepertinya tidak kuat menandingi Megawati. (atq/)


Berita Terkait