Tolak Penggusuran, Oneng dan Seribuan Warga Jakarta Demo
Minggu, 05 Jun 2005 17:45 WIB
Jakarta - Sekitar seribu warga Jakarta yang menolak penggusuran, menggelar demonstrasi di depan Bundaran Hotel Indonesia. Sedikitnya 1.592.011 jiwa di Jakarta terancam digusur karena penerapan Peraturan Presiden (Pepres) No.36/2005.Aksi demo yang berlangsung sejak pukul 14.30 WIB dihadiri hampir seribu masyarakat Jakarta dari berbagai kalangan. Para pendemo mulai berdatangan sambil menumpang sekitar 11 metro mini dan 15 angkutan kota dari berbagai daerah. Ibu-ibu datang sambil menggendong anak mereka. Begitu juga para tukang becak, mereka meninggalkan becaknya, ikut berdemo. Mereka kebanyakan berasal dari kampung-kampung korban penggusuran seperti dari Kampung Muda Baru, Tembok Bolong, Marina. Ada juga yang datang dari Tangerang dan Semper. Demo yang di gelar di depan bundaran HI sempat membuat macet arus lalu lintas. Pasalnya, para pendemo menggelar panggung rakyat berukuran 7 x 1,5 meter di badan jalan raya. Panggung didirikan tepat di depan Bunderan HI di Jalan Jenderal Sudirman dari arah Blok M menuju Monumen Nasional. Tampak dua bus petugas kepolisian berjaga-jaga dan mengatur arus lalu lintas.Para pendemo sempat diguyur hujan, padahal aksi panggung Reog Ponorogo tengah berlangsung. Beberapa langsung meninggalkan panggung. Para ibu, langsung berteduh di depan pelataran Plaza Indonesia sambil menggendong anak mereka. Namun tidak sedikit yang memilih bertahan berdiri di depan panggung. Pasalnya, si Oneng Rieke Diah Pitaloka, akan berorasi. Oneng yang sempat berpuisi di depan sekitar seribu massa, ikut menolak penerapan Pepres No. 36/2005 itu. Di hadapan massa yang setia menunggunya, Oneng menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mencabut pepres tersebut. Oneng juga menuntut Presiden dan DPR segera menyusun UU yang mengatur pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. "UU yang memberi perlindungan terhadap hak rakyat atas tanah dan tempat tinggal melalui proses yang benar-benar melibatkan rakyat. Negara juga harus segera menghentikan paradigma pembangunan yang memuja pertumbuhan ekonomi yang menguntungkan orang kaya dan menindas rakyat miskin," tuntut artis yang berperan sebagai istri Bajuri itu. Dari catatan Urban Poor Consortium (UPC), pepres tersebut akan mengancam setidaknya 1.592.011 jiwa di Jakarta dan 1.962.466 jiwa di seluruh Indonesia. Dari tahun 2000-2005, sedikitnya 95.470 jiwa sudah menjadi korban penggusuran di kota-kota besar di Indonesia.Akhirnya, demo yang digelar sekitar dua jam ini, bubar dengan teratur. Masing-masing pendemo meninggalkan panggung. Seperti diberitakan sebelumnya, 3 Mei 2005, SBY mengeluarkan Perpres No. 36/2005 tentang pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum. Pepres tersebut dinilai sejumlah kalangan mendahulukan kepentingan pemilik modal daripada kepentingan masyarakat.
(dni/)











































