Formappi Minta MKD DPR Dibubarkan Bila Tak Segera Pecat Novanto

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 30 Nov 2017 18:04 WIB
Sebastian Salang. (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Partai Golkar diminta segara menentukan sikap terhadap posisi Setya Novanto sebagai Ketua Umum. Direktur Eksekutif Formappi, Sebastian Salang juga meminta MKD DPR segera memecat Novanto dari posisi Ketua DPR.

"Harusnya bagi Partai Golkar kalau masih ingin bertahan maka pilihannya dalam waktu dekat partai harus buat keputusan nasib Setya Novanto yang juga Ketua Umum dan Ketua DPR," kata Sebastian Salang dalam diskusi 'Menggugat Posisi Novanto Sebagai Ketua DPR' di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (30/11/2017).

Dalam diskusi tersebut juga dihadiri oleh politikus Partai Golkar, Yorrys Raweyai dan Direktur Lima Ray Rangkuti.


Salang menyebut kasus yang menimpa Ketum Golkar itu sangat menjadi sorotan publik. Menurutnya, mengganti posisi ketum adalah salah satu cara untuk menyelamatkan Partai Golkar.

"Untuk menyelamatkan partai harusnya Golkar segera mengganti Novanto entah dengan cara Munaslub atau dengan cara internal Golkar. Jangan sampai partai ini disandera satu orang," ucap Salang.

Menurut Salang, jika Partai Golkar tak segera menetukan sikap terhadap Novanto, itu akan mengancam elektabilitas partai menjelang Pilkada 2018. Dia menambahkan, dari beberapa survei, elektabilitas Golkar diketahui terus turun.


"Dari hasli lembaga survei Golkar elektabilitas partai terus turun, bahkan sekarang sudah di bawah Gerindra," kata dia.

Selain itu, Novanto disebut juga sudah tak memiliki legitimasi secara moral dan etik sebagai Ketua DPR RI. Dia pun meminta Majelis Kehormatan Dewan (MKD) untuk segera bersidang untuk menentukan posisi Novanto sebagai Ketua DPR.

"Menurut Formappi Novanto ini tidak lagi memilik legitimasi moral dan etik untuk bertahan menjadi ketua DPR. Pertama Novanto sebagai penjabat publik harus mengundurkan diri, kalau tidak maka MKD sudah tidak boleh lagi menunggu keputusan pengadilan. Kalau MKD tunggu pengadilan artinya Novanto tunggu dipenjara, kalau tunggu dipenjara maka sudah nggak relevan lagi. Kalau cara bekerjanya seperti ini ya lebih baik MKD yang dibubarkan," beber Salang. (ibh/elz)