Fadli dan Fahri kompak menemui panitia reuni 212 di lantai 3 gedung Nusantara III DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/11/2017). Pertemuan itu dilangsungkan di salah satu ruangan lantai 3. Keduanya dengan terbuka mau mendengar aduan para ulama. Hawa dingin terasa dalam pertemuan ini.
Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath, jubir FPI Slamet Maarif, dan panitia reuni 212 lainnya bergantian bersuara. Fahri dan Fadli tampak serius mendengarkan. Ruangan ini dingin lantaran angin air conditioner (AC) yang berembus cukup kencang. Ditambah, kondisi di luar gedung sedang hujan lebat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di DPR itu tinggal kita ketemu sama dua orang ini saja (Fadli dan Fahri). Boleh dibilang begitu," katanya.
Menurutnya, pimpinan di DPR lainnya sulit ditemui atau malah seperti enggan. Dia lalu menyinggung PKS.
"Yang lain-lain kita bingung. Apa yang PKS juga mau (menemui)? Apa...." Ucapannya terhenti. Matanya melirik ke arah depan. Dia sadar di sana ada Fahri Hamzah--masih kader PKS.
"Ya, Pak Fahri kan PKS juga," sambungnya.
Sontak seisi ruangan tertawa, termasuk Fahri. Terlihat geli, Fahri menutup mukanya. Bahunya naik-turun menahan tawa.
Hangat tawa menyelimuti udara dingin di ruangan pertemuan ini. Lalu Fadli menimpali.
"(Pak Fahri) PKS perjuangan," celetuk Fadli. Tawa makin menggema di ruangan.
"Wallahualam, saya kira begitu," timpal si pria berpeci itu.
Terakhir, dia menitip harapan kepada Fadli dan Fahri. "Pimpinan Dewan dua orang ini menolong kitalah," pungkasnya. (gbr/dkp)











































