Catatan Pribadi Paus Yohanes Paulus II Belum Dibakar

Catatan Pribadi Paus Yohanes Paulus II Belum Dibakar

- detikNews
Minggu, 05 Jun 2005 05:15 WIB
Jakarta - Dalam surat wasiatnya mendiang Paus Yohanes Paulus II pernah meminta Stanislaw Dziwisz, sekretaris pribadinya, untuk membakar semua catatan pribadinya. Namun hingga kini Dziwisz belum membakar catatan pribadi Paus. Menurut Dziwisz, sebagaimana dilaporkan kantor berita The Associated Press, Minggu (5/6/2005), catatan pribadi mendiang Sri Paus mengandung "kekayaan luar biasa" dan oleh karena itu sebaiknya disimpan.Dziwisz, yang bekerja untuk Paus Yohanes Paulus II sejak tahun 1966 sampai meninggalnya pada awal April lalu, kepada sebuah radio di Polandia menyatakan terdapat cukup banyak manuskrip mengenai berbagai isu. Meski demikian ia menolak untuk memberikan penjelasan detil atas isi catatan tersebut."Belum ada yang dibakar," ungkap Dziwisz seperti dikutip AP. "Tidak ada yang pantas untuk dibakar. Semuanya seharusnya disimpan untuk kepentingan sejarah, dan untuk kepentingan generasi yang akan datang --setiap kalimat."Lalu ditambahkannya, "Ini adalah kekayaan yang luar biasa dan secara perlahan harus dibuka kepada publik." Meski demikian, Dziwisz tidak mengatakan kapan atau bagaimana hal itu akan dilakukan.Dalam sebuah catatan yang tertanggal Maret 1979, Yohanes Paulus II menyatakan tidak ingin meninggalkan peninggalan material apapun dan meminta Dziwisz untuk membakar semua catatan pribadinya.Dziwisz mengungkapkan di antara catatan ini akan ada yang bermanfaat dalam proses pengangkatanya Paus Yohanes Paulus II menjadi Santo. Dziwisz juga mengatakan Paus Yohanes Paulus II membuat catatan hariannya sendiri selama kepausannya, yang menurutnya akan berguna juga dalam proses tersebut.Bulan lalu Paus Benedict XVI mengumumkan akan mencabut waktu menunggu selama 5 tahun sebelum memulai proses pengangkatan Yohanes Paulus II menjadi Santo.Pada hari Jumat (3/5/2005) lalu Benedict, yang dekat dengan almarhum Paus, menunjuk Dziwisz menjadi Archbishop Krakow di Polandia Selatan. Yohanes Paulus II, yang nama aslinya adalah Karol Wojtyla menduduki jabatan yang sama sebelum ia dipilih menjadi Paus pada tahun 1978.Dziwisz juga menyatakan ada perasaan umum Paus Benedict tidak akan melakukan kunjungan sebanyak pendahulunya, tetapi telah menunjukan keinginan untuk mengunjungi Krakow dan ibukota Polandia, Warsawa. Belum ada tanggal pasti yang ditentukan untuk itu. Sejauh ini baru satu kunjungan telah direncanakan oleh Paus Benedict, yaitu untuk acara Hari Pemuda sedunia di Cologne, Jerman, pada bulan Agustus mendatang. (gtp/)


Berita Terkait