Acara resepsi digelar di lantai 4 markas IMO di Albert Embankment, London, Selasa (28/11/2017) malam waktu setempat. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memimpin langsung penyambutan para tamu.
Foto: Menhub Budi Karya bersama para tamu Diplomatic Reception memainkan angklung. (Fajar-detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama kemudian, panitia membagikan angklung kepada para tamu yang hadir. Ada delapan jenis angklung -- sesuai dengan notasi -- yang dibagikan. Dipandu oleh salah seorang pemain dari London Angklung Ensemble, delegasi yang hadir kemudian bermain angklung bersama, memainkan nada-nada seirama.
Foto: Menhub Budi Karya bersama para tamu Diplomatic Reception memainkan angklung. (Fajar-detikcom) |
Usai bermain angklung bersama, para tamu dipersilakan menyantap makanan khas Indonesia yang disajikan tuan rumah, di antaranya nasi goreng, sate dan rendang. Saat para delegasi menyantap hidangan, pertunjukan Tari Saman ditampilkan.
"Selamat menikmati cita rasa Indonesia," kata Dubes RI untuk London Rizal Sukma dalam sambutannya.
Sambutan hangat juga disampaikan Budi Karya. Budi Karya meminta delegasi negara-negara IMO untuk memilih Indonesia sebagai negara anggota IMO periode 2017-2019 pada Jumat (1/12) pekan ini.
"Indonesia berkomitmen untuk meneruskan kerjasama yang baik dengan IMO di dalam mewujudkan pelayaran yang selamat, aman dan ramah lingkungan. Oleh sebab itu, saya meminta dukungan negara-negara anggota IMO untuk memilih Indonesia di pencalonan dewan IMO Kategori C periode 2018 s.d. 2019. Vote for Indonesia!" ujar Budi Karya dalam sambutannya.
Budi Karya mengatakan sebagaimana yang tertuang dalam Nawacita, Presiden Jokowi telah menggarisbawahi perlunya Indonesia menjadi anggota IMO agar Indonesia dapat terus berkontribusi untuk menjamin keselamatan, keamanan pelayaran yang lebih baik lagi.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal IMO, Kitack Lim turut hadir dan menyampaikan apresiasi kepada Indonesia yang telah bekerja sama dengan IMO untuk mewujudkan keselamatan, keamanan dan perlindungan lingkungan maritim.
Hadir pada acara diplomatic reception dimaksud adalah Wakil Sekretaris Kabinet, Ratih Nurdiati, Plt. Sekretaris Utama Bakamla, Marsma TNI Widiantoro, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Ingfris, Rizal Sukma, Wakil Kepala Perwakilan KBRI, Adam Mulawarman Tugio, Dirjen Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo, Utusan Khusus Menteri Perhubungan untuk IMO, Laksamana (purn) Marsetio, Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Internasional, Dewa Made J. Sastrawan dan para perwakilan dari Kementerian dan Lembaga serta stakeholder terkait seperti Sekretariat Kabinet, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Pushidros TNI AL, Badan keamanan Laut (Bakamla), Atase Perhubungan RI untuk London, Simson Sinaga, PT. Pelindo II, PT. Biro Klasifikasi Indonesia, PT. Pelni, PT. Pertamina Shipping, DPP INSA dan DPP APTPI. (fjp/idh)












































Foto: Menhub Budi Karya bersama para tamu Diplomatic Reception memainkan angklung. (Fajar-detikcom)
Foto: Menhub Budi Karya bersama para tamu Diplomatic Reception memainkan angklung. (Fajar-detikcom)