DetikNews
Selasa 28 November 2017, 21:45 WIB

Erupsi Gunung Agung, Luhut: Jangan Ada Turis yang Dipersulit

Indra Komara - detikNews
Erupsi Gunung Agung, Luhut: Jangan Ada Turis yang Dipersulit Jumpa pers seusai video conference penanganan erupsi Gunung Agung (Indra Komara/detikcom)
FOKUS BERITA: Erupsi Gunung Agung
Jakarta - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah siap menghadapi terjadinya erupsi Gunung Agung, Bali. Pihak-pihak terkait sudah bersinergi untuk melakukan penanganan.

"Hal yang paling penting, koordinasi di antara kami dalam menghadapi kemungkinan terjadinya erupsi Gunung Agung itu sudah sangat padu," kata Luhut.

Pernyataan tersebut disampaikan Luhut dalam jumpa pers di ruang Command Center Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017). Jumpa pers digelar seusai video conference terkait penanganan erupsi Gunung Merapi dengan pihak-pihak terkait.


Luhut menjelaskan pihak-pihak terkait, seperti Pemprov Bali, Kemenhub, Basarnas, BMKG, BNPB, Polri, TNI, dan pihak lainnya sudah sangat siap melakukan penanganan. Koordinasi sejauh ini berjalan dengan baik.

Luhut kemudian bicara soal erupsi Gunung Agung. Dia meluruskan adanya informasi yang menyebut gunung ini telah melontarkan batu.

"Ledakan-ledakan yang ada di dalam memang cukup serius, tapi kita tidak bisa meramalkan kapan terjadi erupsi itu. Kedua, tidak ada lemparan batu-batuan sampai hari ini, belum ada. Jadi kalau ada (yang bilang), itu informasi menyesatkan," ujarnya.


Luhut juga meminta semua pihak melakukan penanganan secara serius, khususnya terhadap turis yang ada atau akan berkunjung ke Bali.

"Pak Menteri Pariwisata Arief Yahya juga sudah jelas apa concern beliau. Turis itu betul-betul harus diurus dengan benar, tidak boleh turis dipersusah karena ini yang terjadi adalah force majeur," ucapnya.

"Saya juga sudah mengingatkan Kapolda, jangan ada turis yang dibuat susah karena keadaan ini," sambungnya.

Ditambahkan Luhut, hingga kini Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai masih ditutup terkait keselamatan penerbangan. Kemenhub setiap 6 jam melakukan evaluasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk BMKG, soal apakah bandara ini bisa dibuka atau masih akan ditutup.


Terkait evakuasi, ada 22 desa yang terdampak erupsi Gunung Agung. Sebanyak 40 ribu jiwa dari total yang diperkirakan 70 ribu jiwa sudah berada di pengungsian, yang tersebar di 217 titik di seluruh kabupaten Bali, terbesar di Karangasem.

Luhut menyatakan kebutuhan para pengungsi sejauh ini tercukupi. Itu juga sudah ditegaskan oleh Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dan Kepala BNPB Willem Rampangile. Hanya, MCK masih perlu dibangun di lokasi pengungsian.

Selain itu, Luhut meminta Polri dan TNI terus bersiaga. "Dari TNI kita sudah minta mereka standby-kan kapal bila diperlukan untuk mengangkut dari Tanjung Benoa ke Surabaya. Itu pun sudah standby," ucapnya.

Luhut meminta agar jangan ada kesalahan dalam penanganan erupsi Gunung Agung ini.
(hri/hri)
FOKUS BERITA: Erupsi Gunung Agung
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed