DetikNews
Selasa 28 November 2017, 18:39 WIB

Polri: Partisipasi Masyarakat Diperlukan untuk Tangkap Peneror Novel

Audrey Santoso - detikNews
Polri: Partisipasi Masyarakat Diperlukan untuk Tangkap Peneror Novel Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz dan Ketua KPK Agus Rahardjo saat merilis dua sketsa wajah terduga pelaku teror Novel. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan belum ada informasi signifikan dari masyarakat tentang terduga penyiram air keras terhadap Novel Baswedan. Polri berharap masyarakat ambil bagian dalam upaya perburuan pelaku teror terhadap penyidik senior KPK tersebut.

"Ya belum, masyarakat belum ada laporan (yang signifikan). Kan di (Polda) Metro Jaya sudah buka posko pengaduan," kata Setyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/11/2017).

Sketsa 1 terduga pelaku teror terhadap novel Sketsa 1 terduga pelaku teror terhadap novel (dok. Istimewa)


Setyo berharap media massa juga membantu menyebar sketsa terbaru terduga pelaku seluas-luasnya. Setyo mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi atau keberadaan pelaku agar segera melapor ke kantor polisi terdekat.

"Saya mengharap rekan-rekan wartawan menyebarkan sketsanya itu. Dan ini partisipasi masyarakat juga diperlukan. Sudah melihat orang gambarnya, 'oh mirip-mirip nih' misalnya, lapor dong, jangan diam-diam saja," ujar Setyo.


"Kita mengharapkan partisipasi masyarakat untuk melapor kalau melihat, mendengar, mengetahui, siapa sih yang di gambar itu," sambung Setyo.

Sketsa 2 terduga pelaku teror terhadap novel (dok. Istimewa)Sketsa 2 terduga pelaku teror terhadap novel (dok. Istimewa)

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz sebelumnya telah merilis dua sketsa wajah terduga pelaku teror Novel di KPK. Idham pun mengatakan pihaknya telah membuka hotline bagi masyarakat yang ingin memberi tahu terkait keberadaan dua terduga pelaku itu.


"Ya, kita akan sebarkan dan kita juga sudah buka hotline 24 jam di nomor 081398844474," kata Idham lewat pesan singkat, Jumat (24/11) malam.

Novel Baswedan mengalami teror penyiraman air keras setelah menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya pada 11 April 2017. Novel kini tengah menjalani perawatan di Singapura.
(aud/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed