Wapres:
Berkat Pers, Korupsi Terungkap
Jumat, 03 Jun 2005 16:42 WIB
Jakarta - Jangan coba-coba korupsi. Pers akan 'menghajar' siapa saja yang akan korupsi. Keampuhan pers mengungkap kasus korupsi ini diakui Wapres Jusuf Kalla."Sekarang lagi ramai-ramainya memberitakan kasus korupsi. Kasus korupsi menjadi terungkap," ujar Kalla dalam pidato saat membuka Pameran Industri Pers di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (3/6/2005).Dalam kegiatan itu, Wapres didampingi Menkominfo Sofyan Djalil dan Menbudpar Jero Wacik. Puluhan media cetak dan elektronika mengikuti pameran yang berakhir 5 Juni ini.Menurut Wapres, selain masalah korupsi, pers juga berjasa mengatasi musibah tsunami dan gempa Aceh. "Masalah Aceh dapat selesai," puji Kalla.Kalla menegaskan, pemerintah telah mendukung kebebasan pers selama 7 tahun terakhir. "Namun pemberitaan pers tidak semuanya baik," kritik orang Sulsel ini. Kadangkala, ujarnya, pemberitaan pers sangat memojokkan pemerintah. Pers juga dapat menimbulkan kericuhan di suatu daerah seperti peristiwa Ambon, yang dapat terjadi untuk kedua kalinya karena diberitakan salah oleh media lokal.Kalla juga membantah pernyataan Jacob Oetama, petinggi Kompas, yang berpidato sebelumnya, bahwa minat baca dapat hilang karena ada persaingan dengan industri televisi.Menurut Kalla, minat baca di Indonesia menghilang karena tidak adanya budaya membaca di negara kita. "Kalau minat baca hilang karena TV, di Amerika, Jepang dan Singapura yang teknologi TV-nya lebih canggih, juga akan hilang dong. Tapi mereka tidak hilang minat bacanya," argumen Ketua Umum Partai Golkar ini.Setelah berpidato, Kalla berkeliling meninjau pameran. Semua peserta nyaris membagikan secara gratis produknya, seperti koran dan tabloid, atau suvenir.
(nrl/)











































