DetikNews
Jumat 24 November 2017, 19:02 WIB

Cerita Kontingen TNI AD yang Pecahkan Rekor di Lomba Tembak AARM 2017

Ibnu Hariyanto - detikNews
Cerita Kontingen TNI AD yang Pecahkan Rekor di Lomba Tembak AARM 2017 Kontingen TNI AD di AARM 2017 (Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta - TNI Angkatan Darat (AD) memecahkan rekor ASEAN dalam kejuaraan ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2017 dengan merebut 9 tropi dan 31 medali emas. Rekor tersebut dianggap sebagai buah kerja keras latihan selama setahun ke belakang.

"Bisa dibilang latihannya full satu tahun dari akhir Januari hingga pelaksanaan di bulan November," kata Komandan Kontingen AARM Indonesia, Mayor Inf Nur Wahyudi, di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Jumat (24/11/2017).

Berbagai tahap mulai dari seleksi hingga pematangan latihan pun harus dilalui para penembak. Sehingga pada bulan Juli terpilih 37 penembak inti untuk bertanding di AARM 2017

"Kita bermain selama 7 hari mulai tanggal 14 November hingga 23 November 2017," tambah Nur.

Cerita Kontingen TNI AD yang Pecahkan Rekor di Lomba Tembak AARM 2017Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom
Indonesia berhasil menjadi juara umum dan sejak awal kejuaraan sudah tajam gas merebut sejumlah tropi.

"Hari pertama belum ada tropi, lalu hari kedua baru ada 2 tropi yang diperebutkan, kita dapat semua 2 tropi itu. Hari ketiga ada 4 tropi, kita berhasil 3 tropi 1 tropi didapat Myanmar, lanjut hari keempat ada 4 tropi yang diperebutkan kita dapat 3 tropi, 1 didapat Thailand. Dari hari keempat sudah kelihatan (juara umum) kita sudah dapat 8 tropi. Hari kelima tambah 1 tropi, hari ke 6 dan 7 tidak dapat. Jadi berhenti di 9 tropi," urai Nur.




Raihan 9 tropi tersebut mengulangi prestasi pada kejuraan AARM tahun 2006, 2011 dan 2014. Namun bedanya, pada tahun 2017 ini medali emas yang didapat lebih banyak dari kejuaraan-kejuaraan sebelumnya.

"Kita pernah dapat 9 tropi pada tahun 2006, 2011, 2014 dan 2017. Untuk ini kita unggul di medali emas kalau (tahun) 2011 dapat 29 (emas) ini 31 (emas)," kata Nur.

Namun pencapai untuk menjadi juara umum ke 12 kalinya itu bukan tanpa halangan. Nur mengatakan para kontingen Indonesia sempat mengalami kesulitan pada kategori Pistol Putra dan Putra. Kesulitan itu ketika ada perubahan lapangan tembak dari yang semula outdoor namun di ajang AARM 2017 Singapura lapangan tembaknya indoor.

"Kesulitan yang kami alami adalah perubahan lapangan tembak teutama Pistol. Dimana selama kegiatan AARM lapanga tembak yang digunakan outdoor sedangkan di Singapura ini Indoor. Saya rasa semua negara mengalami kesulitan. Tapi berkat latihan kita yang maksimal. Kita dapat 3 tropi dari kategori Pistol," ucapnya.


Nur berharap pada event-event selanjutnya kontingen Indonesia bisa terus berprestasi. Dia pun meminta kepada pimpinan TNI lebih memperhatikan para kontingen yang telah mengharumkan nama baik bangsa Indonesia

"Kami harap tetap diperhatikan dukungan-dukungan apa yang kita harapkan. Dan pimpinan komando atas lebih memperhatikan kita," kata dia.
(ibh/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed