DetikNews
Jumat 24 November 2017, 07:32 WIB

Tiap Hari Periksa Saksi, KPK Kebut untuk Sidangkan Novanto?

Dhani Irawan - detikNews
Tiap Hari Periksa Saksi, KPK Kebut untuk Sidangkan Novanto? Foto: Agung Pambudhy
FOKUS BERITA: Setya Novanto Ditahan
Jakarta - Sejak Setya Novanto ditahan, KPK hampir tiap hari memanggil saksi-saksi untuk diperiksa. Tampaknya KPK tak ingin kehilangan momentum, apalagi Novanto kembali melawan melalui praperadilan.

Novanto ditahan di rumah tahanan (rutan) Klas I Jakarta Timur cabang KPK sejak 19 November malam. Keesokan harinya, KPK langsung memanggil istri Novanto, Deisti Astriani Tagor, untuk diperiksa. KPK menelisik peran Deisti terkait saham di PT Mondialindo Graha Perdana dan PT Murakabi Sejahtera.


Kedua perusahaan tersebut muncul dalam investigasi kasus e-KTP yang dilakukan KPK, termasuk bagian dari rangkaian fakta persidangan juga yang ditelusuri untuk mengungkap dugaan korupsi yang merugikan negara Rp 2,3 triliun ini.


"Tentu itu perlu kami dalami lebih lanjut siapa saja pemiliknya, bagaimana proses peralihannya. Dan jika ada saham-saham, bagaimana proses peralihan dan jual-beli saham itu," ucap Kabiro Humas Febri Diansyah di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (20/11).


Deisti diketahui merupakan mantan Komisaris PT Mondialindo Graha Perdana. Dalam fakta persidangan terungkap, PT Mondialindo Graha Perdana mempunyai saham di PT Murakabi Sejahtera.


Murakabi disebut terlibat dalam Tim Fatmawati yang terbagi dalam tiga tim lagi. Keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, merupakan mantan Dirut PT Murakabi Sejahtera.

PT Mondialindo juga berganti kepemilikan saham, mulai Irvanto Hendra Pambudi, Rheza Herwindo (anak Setya Novanto), dan Deisti Astriani. Beberapa nama ini juga sudah pernah diperiksa oleh KPK.



Di hari yang sama, KPK juga memanggil seorang pengusaha bernama Made Oka Masagung. Dia mengaku mengenal dekat Setya Novanto saat di PT Gunung Agung. Saat itu, Novanto menjabat salah satu direktur dan dirinya menjabat komisaris.

"Waktu dia (Novanto) menjabat Direktur PT Gunung Agung," kata Made Oka saat sidang e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Jumat (10/11).

Kemudian pada 21 November, giliran Novanto langsung yang dipanggil penyidik KPK. Namun sayangnya saat itu, Novanto kerap tertidur ketika ditanya penyidik KPK.

"Iya selalu tidur terus, selalu tidur melulu. Waktu menunggu pemeriksaan, tidur. Waktu ditanya penyidik, juga tidur," sebut pengacara Novanto, Fredrich Yunadi.

Hari berganti dan KPK masih getol memanggil saksi-saksi terkait Novanto. Saat itu giliran Ade Komarudin (Akom), Plt Sekjen DPR Damayanti, dan lagi-lagi Made Oka Masagung.

Kemudian pada 23 November 2017, penyidik KPK memanggil langsung 4 saksi yaitu Rheza Herwindo, Yani Kurniati dari PT Len Industri, Nike Sinta Kasina dari swasta, serta mantan Sekjen DPR Nining Indra Shaleh.

Rheza merupakan anak sulung Novanto. Namun sayangnya Rheza tak memenuhi panggilan penyidik KPK.

"Hari ini juga dijadwalkan pemeriksaan terhadap Rheza Herwindo, namun tidak hadir memenuhi panggilan penyidik. Tidak ada informasi alasan ketidakhadiran," ucap Febri, Kamis (23/11).

Terakhir pada hari ini, 24 November 2017, KPK memanggil putri Novanto, Dwina Michaela. Namun Dwina bukan dipanggil untuk menjadi saksi ayahnya tetapi untuk tersangka lainnya, Anang Sugiana Sudihardjo.

Lalu apakah pemeriksaan marathon para saksi itu menjadi strategi KPK untuk segera menyelesaikan pemberkasan Novanto serta menghindari praperadilan?

"KPK saat ini fokus pemeriksaan dan melakukan dua hal. (Pertama) menangani kasus e-KTP dengan memeriksa saksi, kedua, mempelajari dokumen praperadilan tersebut," ucap Febri.
(dhn/aan)
FOKUS BERITA: Setya Novanto Ditahan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed