Dituduh Terlibat Mark Up Jarkom, Kapolda Sulsel Protes

Dituduh Terlibat Mark Up Jarkom, Kapolda Sulsel Protes

- detikNews
Jumat, 03 Jun 2005 01:04 WIB
Makassar - Dituduh terlibat korupsi, Kapolda Sulsel Irjen Pol Saleh Saaf pun protes. Menurutnya, issu ini sengaja dihembuskan oleh orang-orang tertentu, seakan-akan ia yang melakukan korupsi.Tuduhan berawal dari laporan Blora Center beberapa waktu lalu. Lembaga yang dibentuk untuk mendukung SBY dalam pilpres itu mengadukan dugaan mark up pengadaan Alat-alat Komunikasi (Alkom) dan Jaringan Komunikasi (Jarkom) di Mabes Polri sebesar Rp 602 miliar.Saleh pun disebut sebagai salah satu perwira tinggi yang terlibat. Pasalnya, saat itu ia menjabat sebagai Kepala Divisi Humas Mabes Polri. Namun dalam jumpa pers di Mapolda Sulsel, Jl. Perintis Kemerdekaan, Makassar, Kamis (2/6/2005), ia membantah tuduhan itu. "Polri sama sekali tidak terlibat dalam hal pendanaan, tetapi hanya sebatas pengguna saja. Kapasitas institusi kepolisian hanya mengajukan spesifikasi tekhnik mengenai pengadaan Alkom kepada pemerintah untuk kemudian dicarikan penyandang dana," kilahnya.AS adalah negara yang bersedia membiayai proyek pengadaan Alkom dan Jarkom tersebut. Selanjutnya, Menteri Keuangan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta Gubernur Bank Indonesia atas nama pemerintah melakukan kesepakatan mengenai pembayaran pengadaan barang itu.Karena alat-alat itu merupakan Kredit Ekspor (KE), pemerintah melakukan pembayaran secara berkala. "Jadi Polri tidak pernah menerima uang, hanya mengecek apakah barang itu sudah ada dan sesuai dengan permintaan," ujarnya.Dana tersebut juga tidak pernah melalui Polri, tetapi melalui sistem by government to government. Pembayarannya dilakukan secara kredit dan dibebankan kepada pemerintah."Saya akan menerima segala keputusan yang diberikan Mabes Polri meski berupa penon-aktifan. Sepanjang hal tersebut bukan berdasarkan presssure dari pihak-pihak tertentu," tegasnya. (fab/)


Berita Terkait