DetikNews
Rabu 22 November 2017, 10:52 WIB

Emil Dardak Mbalelo, PDIP Trenggalek Ungkit Peningkatan Kemiskinan

Budi Sugiharto - detikNews
Emil Dardak Mbalelo, PDIP Trenggalek Ungkit Peningkatan Kemiskinan Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Surabaya - Bupati Trenggalek Emil Dardak tak menuruti imbauan partainya untuk bertahan memimpin daerahnya. Emil memilih ke Pilgub Jatim bersama Khofifah Indar Parawansa. PDIP meminta maaf.

"Sebagai parpol yang ikut mengusung dalam Pilkada 2015, PDIP meminta maaf kepada rakyat Trenggalek jika pilihan politik Bupati Emil telah mencederai mandat-mandat yang diberikan, ketika rakyat ramai-ramai memilih di bilik suara," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek Doding Rahmadi kepada wartawan, Rabu (22/11/2017).


Namun PDIP tak berhenti pada permintaan maaf. Partai berlambang banteng moncong putih itu juga mengkritik Emil. PDIP bahkan mengungkit-ungkit performa Emil sebagai bupati, dikaitkan dengan peningkatan angka kemiskinan.

Berikut ini pernyataan DPC PDIP Trenggalek selengkapnya:

SEMAKIN kencang pemberitaan media massa terhadap Bupati Trenggalek Emil Dardak dalam pusaran Pilkada Jawa Timur. Terbaru, Emil diberitakan telah resmi ditetapkan sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Timur oleh Pimpinan Partai Demokrat di Puri Cikeas, mendampingi Ibu Khofifah Indar Parawansa sebagai Calon Gubernur, oleh pimpinan Partai Demokrat.

Terkait perkembangan isu di atas, dan atas arahan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Trenggalek berpendapat sebagai berikut:

1. Sebagai salah satu parpol pengusung dalam Pilkada Trenggalek 2015, kami telah berupaya maksimal untuk menjaga keutuhan pasangan Bupati Emil Dardak-Wakil Bupati Mochamad Nur Arifin. Harmoni pemimpin ini pula yang diinginkan rakyat Trenggalek. Dan, sejauh ini hubungan PDIP dengan Bupati Emil Dardak juga berlangsung baik. Dia juga tercatat memegang Kartu Tanda Anggota (KTA) partai kami.


2. Kalau kemudian Emil Dardak berubah dan mengambil pilihan politik berbeda, dengan maju dalam Pilkada Jawa Timur 2018, maka keputusan itu di luar kuasa kami. PDIP tidak pernah diajak bicara, PDIP juga tidak bisa mencegah. Kami pada sikap, mengikhlaskan Emil Dardak yang memilih jalannya sendiri.

3. Sebenarnya bagi rakyat Trenggalek, pasangan Bupati Emil Dardak dan Wakil Bupati Mochamad Nur Arifin telah menerbitkan harapan baru. Keduanya adalah pasangan anak muda, yang terdidik, dan punya komitmen untuk membenahi situasi Trenggalek, dengan segenap ketertinggalan, kemiskinan, dan keterbelakangan yang terjadi selama ini.

4. Dalam Pilkada 2015, pasangan Emil Dardak-Mochamad Nur Arifin meraih dukungan 76,28 persen suara, atau dipilih oleh 292.248 jiwa penduduk. Tinggginya dukungan suara ini menjadi cermin betapa besar harapan rakyat Trenggalek pada keduanya.

5. Rakyat Trenggalek berharap perubahan, pembenahan, dan perbaikan. Pada pundak keduanya, warga berharap Trenggalek bisa lebih maju dan lebih baik. Itulah mandat yang diberikan.


6. Sebagai gambaran, akhir 2015 saat Pilkada digelar, kemiskinan di Trenggalek mencapai 267.274 jiwa. Awal 2016, angka kemiskinan meningkat menjadi 272.792 jiwa. Angka itu diketahui setelah Bupati Emil Dardak dan Wakil Bupati Mochamad Nur Arifin dilantik Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Februari 2016.

7. Warga Trenggalek memang membutuhkan banyak intervensi kebijakan dari pemerintah. Ini belum termasuk pembenahan infrastruktur, perbaikan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, yang menantang kerja keras bagi dua pemimpin muda itu.

8. Trenggalek juga menantang ketekunan dan kesabaran dari kedua pemimpinnya untuk menyelesaikan mandat jabatan, mewujudkan janji-janji kampanye, sekaligus mengubah keadaan menjadi lebih baik.

9. Membandingkan dengan daerah lain, seperti Kota Surabaya, betapa warganya sungguh beruntung karena mendapatkan pemimpin yang berhati baja. Walikota Tri Rismaharini dengan tegas menolak dicalonkan dalam Pilkada DKI maupun Pilkada Jawa Timur. Bu Risma memilih tetap setia bersama rakyat Kota Surabaya yang memberikan mandat, sekalipun beliau telah banyak melakukan perubahan dan meraih prestasi pemerintahan.


10. Kami menduga, bisa jadi Trenggalek tidak membuat betah Bupati Emil Dardak, karena itu tidak tertantang untuk membenahinya. Sehingga di tengah jalan Emil Dardak berubah haluan dan mengambil pilihan politik berbeda dari mandat yang diterimanya. Bukankah Pilkada Jawa Timur menjadi tangga untuk kenaikan karier pemerintahan?

11. Itu dugaan kami. Semoga tidak benar. Sebagai parpol yang ikut mengusung dalam Pilkada 2015, PDIP meminta maaf kepada rakyat Trenggalek jika pilihan politik Bupati Emil telah mencederai mandat-mandat yang diberikan, ketika rakyat ramai-ramai memilih di bilik suara.

12. Harapan kami, Wakil Bupati Mochamad Nur Arifin tetap semangat dan terus bekerja keras menyelesaikan mandat dan janji kampanye. Terlebih nanti pascapenetapan calon gubernur-calon wakil gubernur oleh KPU, Pak Bupati harus cuti, dan pimpinan pemerintahan dipegang Wakil Bupati.


13. Pak Wabup tetaplah semangat dan istiqomah menemui rakyat di pelosok-pelosok desa, menginap di rumah-rumah penduduk, mendengarkan suara mereka, menangis dan tertawa bersama rakyat, sebagaimana pesan Ibu Megawati Soekarnoputri.

14. PDIP Trenggalek dengan segala daya upaya akan tetap bekerja untuk kepentingan rakyat, termasuk menyelesaikan janji-janji kampanye Pilkada hingga akhir masa jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Trenggalek, 22 November 2017
DODING RAHMADI
Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek
(tor/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed