"Maaf, saya tidak mau berkomentar tentang itu," ujar Anas saat ditanya oleh sejumlah wartawan di pusat kerajinan kreatif manik-manik di Desa Blimbingsari, Banyuwangi, Selasa (21/11/2017).
Anas mengaku hanya ingin berfokus pada kampanye gembira, yang dilakukannya untuk menyapa simpatisan di seluruh Jawa Timur. "Saya masih fokus untuk kampanye gembira ini. Kita lebih baik menyapa masyarakat dan melakukan pendekatan kepada generasi milenial," tambah Anas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk Pilgub Jatim, kita akan sampaikan dengan cara-cara baru. Generasi milenial ingin melihat figur dengan tidak mengumbar janji saja. Tidak harus face to face, cukup melihat di gadget. Mereka tidak mau berkonflik," tegas Anas.
"Sekarang kalau ada pemimpin yang suka menjelekkan figur lain, kaum milenial jenuh, tidak suka. Karena generasi 'jaman now' ingin inspiratif, kampanye kita di semua tempat dengan kreatif dan inspiratif, dan istilah kami berpolitik dengan gembira. Saya tidak mau berkomentar. Kita bekerja," tambahnya.
Saat ini, kata Anas, pihaknya sudah berkeliling ke 34 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan membawa kuliner yang berbeda khas Banyuwangi. "Tinggal Malang Raya saja yang belum saya kunjungi," pungkasnya.
Seperti diketahui, Partai Demokrat memberikan surat rekomendasi kepada pasangan Khofifah dan Emil untuk maju sebagai cagub-cawagub Jatim 2018. Khofifah juga sudah mengkonfirmasi dirinya akan berduet dengan Emil.
"Ya Allah, Gusti Allah. Insyaallah, insyaallah," kata Khofifah menjawab pertanyaan apakah dirinya akan berduet dengan Emil Dardak pada Pilgub Jatim 2018. Wawancara dengan Khofifah dilakukan di Harris Vertu Hotel, Jl Hayam Wuruk, Jakarta.
Diketahui, partai pendukung Khofifah lainnya untuk maju Pilgub Jawa Timur adalah Partai NasDem, Hanura, PPP, dan Golkar. Namun saat ini baru Partai Demokrat yang setuju mendukung duet Khofifah dan Emil. Sementara itu, NasDem menyorongkan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni. (ams/ams)











































