DetikNews
Selasa 21 November 2017, 14:30 WIB

Pleno Soal Posisi Novanto, Ketua Golkar: Voting Jalan Terakhir

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Pleno Soal Posisi Novanto, Ketua Golkar: Voting Jalan Terakhir Zainudin Amali. (Foto: Ari Saputra/detikcom).
Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali mengatakan keputusan rapat pleno soal posisi Ketum Setya Novanto akan diusahakan secara musyawarah mufakat. Mekanisme voting menjadi pilihan terakhir.

"Kita usahakan musyawarah mufakat. Nggak ada yang harus voting. Voting sebenarnya bukan budaya kita. Itu penyelesaian terakhir ketika kita nggak bisa mengambil keputusan dengan musyawarah mufakat," kata Amali di kantor DPP Partai Golkar, di Jalan Anggrek Murni, Jakbar, Selasa (21/11/2017).

Amali juga mengaku tidak tahu terkait keputusan mana yang akan diambil terlebih dahulu soal posisi Novanto sebagai Ketum Golkar dan Ketua DPR. Semua masukan dari peserta rapat, menurutnya, akan dibahas dalam pleno kali ini.


"Nah itu saya nggak tahu. Saya nggak tahu gimana pembahasan nanti. Kan nanti ada agenda ya, jadi ada agenda yang akan disampaikan oleh pimpinan rapat kemudian apa saja karena undangannya itu konsolidasi, bicarakan tentang konsolidasi internal," tutur dia.

Selain itu, Amali menegaskan perubahan posisi Ketum Golkar tak akan mempengaruhi penetapan calon di Pilkada Serentak 2018. Menurutnya, partai mempunyai mekanisme sendiri dalam menentukan kandidat yang akan berkontestasi di Pilkada.

"Oh nggak nggak. Kecuali yang belum keluar rekomendasi. Kita acuan-acuan bakunya tetap yang kita pakai ya, survei, elektabilitas, komunikasi dengan partai-partai kita dukung tapi kalau misalnya koalisinya nggak kuat kan percuma saja," sebutnya.


Status Novanto yang saat ini ditahan pun, sambung Amali, tak akan terlalu berpengaruh terhadap sistem kepartaian yang ada di Golkar. Dia menyebut Golkar bukan terpaku pada satu orang kader karena mempunyai sistem kepartaian yang jelas.

"Sekali lagi saya ingin tegaskan Golkar yang berjalan itu sistem, jadi tidak pernah tergantung terhadap orangnya," ujar Ketua Komisi II DPR itu.

Rapat pleno untuk membahas posisi Novanto saat ini telah dimulai. Rapat yang dipimpin oleh Ketua Harian Nurdin Halid itu diselenggarakan secara tertutup.
(knv/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed