DetikNews
Senin 20 November 2017, 22:34 WIB

Kasus Dana Pensiun Pertamina, Edward Soeryadjaya Ditahan Kejagung

Yulida Medistiara - detikNews
Kasus Dana Pensiun Pertamina, Edward Soeryadjaya Ditahan Kejagung Kejagung menahan tersangka kasus pengelolaan dana pensiun PT Pertamina tahun 2013-2015, Direktur Ortus Holding Ltd Edward Soeryadjaya (Foto: Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan Direktur Ortus Holding Ltd Edward Soeryadjaya. Tersangka kasus pengelolaan dana pensiun PT Pertamina tahun 2013-2015 itu ditahan selama 20 hari ke depan.

Berdasarkan pantauan detikcom, usai diperiksa penyidik Edward langsung mengenakan rompi tahanan Kejagung. Dia dibawa menggunakan mobil tahanan ke rutan Salemba cabang Kejagung.

"Dia ditahan 20 hari di rutan Salemba cabang Kejagung," kata Jampidsus Kejagung, Adi Toegarisman, di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (20/11/2017).


Edward hanya bungkam ketika keluar dan dibawa masuk ke dalam mobil tahanan. Dia ditahan karena telah tiga kali mangkir dari pemeriksaan penyidik.

Jampidsus Kejagung, Adi ToegarismanKuasa hukum Edward Soeryadjaya, Nyoman Rae (Foto: Yulida Medistiara/detikcom)

"Sebenarnya dia pernah dipanggil 3 kali (tapi) tidak datang, baru sekarang datang. Jadi saya pikir daripada nanti ada hal yang tidak diinginkan dalam kasus ini toh secara UU penyidik berhak melakukan penahanan," ujar Adi.

Sebelumnya Edward mangkir dari panggilan penyidik dengan alasan sakit. Adi menyebut saat ini Edward dalam kondisi sehat.


"Ada prosedur saat kita melakukan penahanan itu kita harus lihat cek kondisi kesehatan yang bersangkutan. Tentu kita pertimbangkan kondisi seperti itu dan dinilai penyidik memang kondisinya sehat saja dan kita lakukan penahanan," ujarnya.

Dalam kasus ini, Edward diduga bekerja sama dengan Muhammad Helmi Kamal Lubis. Awalnya pada 2014 saat Edward, yang merupakan pemegang saham mayoritas PT Sugih Energy Tbk (SUGI), berkenalan dengan Helmi. Perkenalan tersebut dimaksudkan untuk meminta agar Dana Pensiun Pertamina membeli saham SUGI.

Selanjutnya, pada periode Desember 2014-September 2015, Helmi diduga dengan melawan hukum menginisiasi dan membeli saham SUGI dengan total Rp 2 miliar lembar saham senilai Rp 601 miliar melalui PT Millenium Danatama Sekuritas.


"Perhitungan BPK Rp 599 miliar. Sekarang harga saham pada saat itu tidak seharga itu, tapi dijual satu lembar Rp 260. Bayangkan 260 dikali 2 miliar lembar berapa duit. Itu harga sekarang hanya Rp 50. Berapa hitungannya sudah. Padahal saat dibeli itu sama sekali harga sudah hancur," ujarnya.

Saat ini Edward telah dicegah ke luar negeri. Sementara itu kuasa hukum Edward, Nyoman Rae mengatakan pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan atau praperadilan.

"Jadi sebagai hak tersangka paling tidak mengajukan penangguhan penahanan. Yang kedua mengajukan praperadilan kalau kita rasa bahwa alat buktinya tidak cukup dalam melakukan penahanan," kata Nyoman.

Edward Soeryadjaya usai diperiksa di Kejagung dan hendak ditahanEdward Soeryadjaya usai diperiksa di Kejagung dan hendak ditahan (Foto: Yulida Medistiara/detikcom)


Upaya pengajuan pengangguhan penahanan akan dilakukan dalam waktu dekat. Sementara soal pengajuan praperadilan akan dirapatkan dulu dengan tim pengacara.

"Dalam satu hari ini. Malam ini juga harus ajukan penangguhan," ujar Nyoman.

Dalam kasus ini Edward disangkakan Pasal 2 ayat 1 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Ancaman pasal tersebut yakni hukuman 20 tahun penjara.

Sementara itu dalam kasus ini Helmi sendiri tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.
(yld/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed