DetikNews
Senin 20 November 2017, 09:52 WIB

PKL Kota Tua Curhat ke Sandi, Minta Jam Operasional Dilonggarkan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
PKL Kota Tua Curhat ke Sandi, Minta Jam Operasional Dilonggarkan Foto: PKL Kota Tua Curhat ke Sandiaga (Marlinda-detikcom)
Jakarta - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) kawasan Kota Tua mengadukan masalahnya kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Mereka mengeluh karena kebijakan jam operasional untuk PKL Kota Tua dirasa tidak memihak para pedagang.

"Jadi sementara ini pak, pengunjung Kota Tua itu kan bubarnya pukul 22.00 WIB pak. Kami pedagang ini kan masuk berdagang pukul 22.00 WIB pak. Jadi kan kita dagang di pinggir jalan pukul 22.00 WIB pak. Sampai pagi kita yang belanja sudah nggak ada pak. Kita harus makan apa pak yang pedagang ini pak," kata Sugiarto, kepada Sandi, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (20/11/2017).

Sugiarto mengaku, kebijakan jam operasional yang ditetapkan kepada para pedagang tersebut memberatkan para pedagang. Akibatnya, para pedagang kesulitan mendapatkan penghasilan pada jam operasional tersebut.

"Kita ini mau makan apa. Kita kayak dicekek, kayak mau dibunuh pelan-pelan. Ulah siapa, kan gitu," ujar Sugiarto.




Menanggapi hal itu, Sandi kemudian menanyakan jam operasional yang diinginkan para pedagang.

"Jam berapa mintanya?," tanya Sandi.

"Gini aja pak, kita kalau hari Sabtu Minggu mintanya bebas," ujar Irma, pedagang lainnya.

"Pukul 17.00 WIB sampai Pukul 03.00 WIB pak. Sampai pukul 24.00 WIB lah pak," tambah Sugiarto.


Ilustrasi Kawasan Kota TuaIlustrasi Kawasan Kota Tua Foto: (Rudi Chandra/d'Traveler)


Sandi kemudian mempertanyakan komitmen pedagang untuk menjaga ketertibannya jika jam operasional sesuai masukan pedagang diakomodasi. Sebab, dari pengalamannya, pedagang di kawasan tersebut tidak berjualan secara tertib.

"Tapi berantakan nggak? Saya waktu ke sana semrawut banget PKL PKL. Lagi jalan, woi beli beli beli. Gimana dong mau wisata ke sana didorong dorong ke mana-mana," tanya Sandi sambil memeragakan aksi dorong-dorong yang pernah dilakukan pedagang kepadanya.

"Kalau sudah ditata nggak mungkin kedorong-dorong pak," kata Irma, mencoba meyakinkan Sandi.

Selain meminta kelonggaran jam operasional, para pedagang tersebut juga meminta untuk direlokasi ke lahan di Jalan Lada. Para pedagang yang berjualan di Jalan Lada, Jalan Kunir, Jalan Bank, Jalan Asemka, Jalan Jembatan Batu tersebut juga meminta untuk direlokasi ke Jalan Lada di lahan milik PT Jiwasraya.

"Itu lokasinya bagus nggak menurut kalian?," tanya Sandi.

"Bagus. Strategis banget. Luas," jawab Irma.

Sandi kemudian menjanjikan akan mengatur pertemuan dengan pihak Konsorsium dan PT Jiwasraya. Tujuannya untuk mencari solusi yang terbaik bagi para PKL di kawasan tersebut.

"Nanti diaturin pertemuannya bahwa sekitar ada 400 ini saya coba bicarakan agar yang lokasi itu disediakan buat teman-teman juga. Jadi jangan hanya CV sama PT," ujar Sandi.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed