Delapan Tokoh Politik Bertemu, Tidak Mengkritik SBY
Rabu, 01 Jun 2005 16:28 WIB
Jakarta - Pertemuan tertutup delapan tokoh percaturan politik di Indonesia termasuk momen langka. Pertemuan ini diklaim tidak mengkritik pemerintahan SBY. Hanya silaturahmi dan memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2005. Sebut saja Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, Akbar Tandjung, Try Sutrisno, Taufiq Kiemas, Hariman Siregar, Surjadi Soedirdja, dan Wiranto. Pertemuan berlangsung di kediaman Try Sutrisno di Jalan Purwakarta No. 6 Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/6/2005), sejak pukul 13.00 WIB. "Pertemuan kali ini tidak menghasilkan kesepakatan apa pun. Semua saling memberikan input dan tidak ada hubungannya dengan kepergian SBY ke luar negeri. Tidak ada kaitan dengan itu, itu hanya kebetulan saja," kata tuan rumah, Try Sutrisno, Rabu (1/6/2005) kepada puluhan wartawan yang turut mengabadikan momen itu.Sebelum pertemuan, Try mengatakan, ia mengundang para tokoh untuk bersilaturahmi sekaligus memperingati kelahiran Pancasila. "Para founding father telah berjasa merumuskan landasan terbaik bangsa yang bisa menangani kebhinekaan," ungkap Try. Try menolak memberitahukan kapan dan di mana pertemuan sejenis akan dilangsungkan kembali. "Selama saya masih hidup, kita masih tetap melakukan silaturahmi," ujarnya pasti.Kemudian sekitar pukul 15.00 WIB, Gus Dur tampak meninggalkan kediaman Try. kepada wartawan yang setia menunggu, Gus Dur hanya berujar singkat,"Untuk memperingati 1 Juni. Pancasila sebagai alat pemersatu."
(dni/)










































