DetikNews
Selasa 14 November 2017, 18:45 WIB

Novanto Tersangka Lagi, Akbar Tandjung Khawatir Golkar 'Kiamat'

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Novanto Tersangka Lagi, Akbar Tandjung Khawatir Golkar Kiamat Akbar Tandjung (kanan) (Agung Pambudhy/detikcom)
FOKUS BERITA: Setya Novanto Ditahan
Jakarta - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung prihatin atas status tersangka KPK yang disandang Ketua Umum Golkar Setya Novanto. Menurut Akbar, status hukum Novanto dapat menggerus elektabilitas partainya.

"Bukan saja prihatin, sedih, tapi juga sangat khawatir kalau tidak dikatakan takut. Kenapa? Dengan adanya kasus yang dihadapi oleh Saudara Setya Novanto, opini publik terhadap Golkar itu mengalami tren penurunan," kata Akbar di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/11/2017).


Akbar bicara panjang-lebar soal tren elektabilitas partai berlambang beringin itu dari tiap gelaran pemilu. Akbar menyebut partainya terus mengalami penurunan elektabilitas sejak awal Reformasi.

Yang Akbar khawatirkan, partainya mendapat suara di bawah angka 4 persen pada pemilu mendatang. Jika demikian, Akbar menyebut Golkar 'kiamat'.


"Kalau dia di bawah 4 persen, boleh dikatakan, ya dalam bahasa saya, bisa terjadi kiamat di Partai Golkar ini. Karena apa? Golkar bisa tidak punya wakil di DPR," ucap Akbar.

"Bayangkan, kalau sampai di bawah 4 persen, berarti tidak punya hak untuk mempunyai anggota di DPR. Wah, ini yang saya takutkan," imbuh Akbar.


Eks Ketum Golkar ini juga memberikan tanggapan apabila Golkar harus menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk mengganti ketum. Apa kata Akbar?

"Menurut saya, harus ada kesiapan semua pihak, seluruh stakeholder Partai Golkar siap melakukan perbaikan dan perubahan. Perbaikan dan perubahan itu dari berbagai aspek yang ada di dalam organisasi," tutur Akbar.

Baca Juga: Novanto Sekeluarga dalam Pusaran Kasus e-KTP

"Bahkan kalau memang itu yang kita anggap terbaik untuk Golkar, termasuk perubahan dalam kepemimpinan," imbuh dia.

Akbar menyebut faktor pemimpin merupakan salah satu penentu kesuksesan suatu partai. Pemimpin partai, kata Akbar, mempengaruhi cara pandang masyarakat terhadap partai tersebut.

"Kalau pemimpinnya dianggap di mata publik, katakanlah, tidak akseptabel, bisa mengakibatkan tren publik juga memberikan penilaian terhadap Golkar juga mengalami penurunan," ucap Akbar.
(gbr/dkp)
FOKUS BERITA: Setya Novanto Ditahan
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed