Cara Azwar Anas Menjawab Pemilih Muda Zaman Now Jatim

Cara Azwar Anas Menjawab Pemilih Muda Zaman Now Jatim

Budi Sugiharto - detikNews
Senin, 13 Nov 2017 17:51 WIB
Cara Azwar Anas Menjawab Pemilih Muda Zaman Now Jatim
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. (Wildan-detikcom)
Surabaya - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas disebut Partai Gerindra tidak terlalu mewakili anak muda zaman now atau milenial. Hal itu berbeda dengan Bupati Trenggalek Emil Dardak.

Emil memang digadang-gadang "Poros Jakarta" yakni Gerindra, PAN dan PKS sebagai calon gubernur untuk menandingi Gus Ipul-Anas dan Khofifah merebut hati pemilih milenial. Emil yang baru sekitar 2 tahun memimpin Trenggalek ini namanya juga masuk ke bursa cawagub Khofifah.

Namun Anas tidak merasa terganggu dengan vonis tesebut. Sebaliknya, ia menilai anak muda kini memegang peranan penting, termasuk di dunia politik, apalagi di Pilgub Jatim jumlah pemilih muda tersebut cukup tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anas mengaku sudah punya beberapa strategi khusus untuk membidik pasar pemilih milenial. Strategi itu berdasarkan karakteristik pemilih milenial sesuai kajian dan survei yang telah dilakukan.

Anas yang Bupati Banyuwangi ini telah mengkluster profil generasi milenial dalam kategori-kategori. Ukurannya tidak hanya usia, tapi juga perilaku. Kajian juga ditempuh berdasarkan perilaku mereka membelanjakan uang, perilaku bersosialisasi, perilaku mengakses informasi, perilaku pilihan politik.

"Kita bikin turunan strateginya. Tentu tidak bisa disamakan satu sama lain. Makanya saya bilang, memandang pemilih milenial ini bukan digeneralisasi dari sisi umur, tapi harus per segmen, per kelompok perilaku," jelas Anas kepada detikcom, Senin (13/11/2017).

Dia mencontohkan, ada pemilih usia milenial tetapi perilakunya bukan mencerminkan generasi milenial, seperti konsumsi internetnya rendah. Ada pula generasi milenial yang karakteristiknya "semau gue".

Belum lagi ada generasi milenial setengah-setengah. Salah satu cirinya, internetnya lumayan, tapi belum dioptimalkan untuk mempercepat pengembangan diri. Internet hanya digunakan untuk hal-hal berdasarkan kesukaannya.

"Kalau suka bola ya hanya lihat akun klub bola, tapi kemudian dia tidak upgrade kemampuan misalnya dengan belajar pendekatan teknologi dalam sepak bola," papar Anas yang berpasangan dengan Cagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Namun, sambung Anas, ada pula generasi milenial sejati. Mereka ini multitalenta, bisa melakukan banyak kegiatan dalam satu waktu. Ciri lainnya adalah konsumsi internetnya sangat tinggi, sehingga selalu terhubung satu sama lain. Mereka juga selalu percaya diri dan gemar melakukan kegiatan-kegiatan positif.

Untuk yang milenial sejati ini, solusinya cuma satu, wujudkan pemerintahan kolaboratif. Inovasi-inovasi yang datang dari mereka harus dikolaborasikan dengan program pemerintah, sehingga mempercepat penyelesaian masalah warga. Mereka akan sangat senang jika diajak mengarah ke kegiatan positif bersama.

"Misalnya di Banyuwangi, kalau skala nasional kita libatkan Go-Jek, besok Rabu kami teken MoU lagi dengan Gojek untuk perluasan sinergi. Contoh lainnya, kami ajak anak-anak muda berprestasi ke desa-desa untuk mentransformasi pengembangan SDM," papar Anas.

Selain itu, sambung Anas, generasi milenial sejati melihat calon berdasarkan kinerja.

"Yang sudah dilakukan meski tentu dengan berbagai kekurangan yang ada. Bukan yang akan dilakukan," kata Anas.

Anas yang mengantongi segudang penghargaan ini menambahkan, dari sisi saluran akses informasi, dunia digital menjadi fokus. Anas sendiri aktif di berbagai kanal media sosial.

"Kalau di media sosial, saya mengemas politik dalam balutan yang fun. Penyampaian kinerja dikemas atraktif. Sejauh ini saya belum memakai admin khusus, hanya saja untuk aspek kebutuhan visual foto dan video ada yang membantu," jelas Anas yang memimpin Banyuwangi dua periode ini. (gik/asp)


Berita Terkait