DetikNews
Senin 13 November 2017, 02:41 WIB

Tas Raksasa Motif Khas Aceh Pecahkan Rekor MURI

Datuk Haris Molana - detikNews
Tas Raksasa Motif Khas Aceh Pecahkan Rekor MURI Foto: Tas Raksasa Motif Aceh Pecahkan Rekor MURI (Datuk-detikcom)
Lhokseumawe - Tas raksasa dengan motif Aceh memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Tas itu berukuran panjang 3,28 meter, tinggi 1,57 meter dengan diameter 1,67 meter.

Rekor yang dipecahkan tas itu diserahkan langsung oleh Manager MURI, Andre Purwandono kepada Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe atas dedikasinya membuat tas raksasa tersebut.

Manager MURI, Andre Purwandono mengatakan masuknya tas itu dalam rekor MURI baru setelah adanya penilaian dari beberapa aspek sehingga layak dikategorikan menjadi rekor baru di Indonesia. Penilaiannya yakni ukuran tasnya sendiri serta motifnya yang unik dengan memakai ciri khas Aceh.

Sebelum serah terima penghargaan, tas tersebut juga telah di ukur untuk memastikan ukurannya raksasa atau tidak dengan yang lain.

"Ini adalah replika tas yang berukuran besar, sehingga layak untuk menembus rekor dunia. Apalagi bentuk motifnya belum ada dijumpai di daerah-daerah lain. Sungguh luar biasa karya masyarakat Aceh," kata Andre kepada wartawan di Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (12/11/2017).

Sementara Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yufrizal mengatakan, tas tersebut dibuat bukan untuk bergaya-gaya saja, tapi sebagai lambang di mana Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah kerja BI Lhokseumawe sedang mengalami pertumbuhan.

"Apabila UMKM bisa berjalan dengan optimal maka bisa dipastikan dapat menekan angka pengangguran dan membuka lapangan kerja baru. Jadi replika tas ini merupakan simbol kebangkitan UMKM dan tas motif seperti ini juga sudah go internasional seperti di pasar ASEAN serta beberapa negara di Eropa dan Amerika," kata Yufrizal.

Tas Raksasa Motif Khas Aceh Pecahkan Rekor MURIFoto: Tas Raksasa Motif Aceh Pecahkan Rekor MURI (Datuk-detikcom)


Yufrizal mengaku yakin kerajinan warga di bawah binaannya itu akan terus berkembang sehingga nantinya akan melahirkan ekonomi baru dan mampu menyerap tenaga kerja dengan jumlah banyak di Aceh khususnya Aceh Utara dan Lhokseumawe.

"Usaha seperti ini sangat menjanjikan. Saya yakin pertumbuhan ekonomi kreatif baru di Aceh," sebut Yufrizal.


(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed