Menlu: Tiap Hela Napas Diplomasi Indonesia, Selalu Ada Palestina

Menlu: Tiap Hela Napas Diplomasi Indonesia, Selalu Ada Palestina

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Kamis, 09 Nov 2017 14:48 WIB
Menlu: Tiap Hela Napas Diplomasi Indonesia, Selalu Ada Palestina
Menlu Retno Marsudi (Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyebut Palestina sebagai jantung politik luar negeri Indonesia. Setiap isu yang berkenaan dengan Palestina mendapatkan perhatian serius dari Indonesia.

"Saya selalu menyampaikan bahwa Palestina selalu ada di jantung politik luar negeri Indonesia. Setiap helaan napas diplomasi Indonesia di situ selalu ada isu Palestina," kata Retno, Kamis (9/11/2017).


Retno menyampaikan hal ini dalam acara diskusi internasional bertema 'Indonesia dan Kepemimpinan Dalam Dunia Islam' di Kantor MUI, Jl Proklamasi No 51, Jakarta Pusat. Dia mengatakan, komitmen Indonesia terhadap Palestina ditunjukkan dalam beberapa kesempatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di tahun lalu, kita, Indonesia menjadi sponsor utama pelaksanaan pertemuan tingkat menteri pada saat Al Aqsa bergejolak akhir-akhir ini. Dan pertemuannya dilakukan di Istanbul," tuturnya.


Dia menambahkan, Indonesia juga mendirikan konsul kehormatan di Ramallah. Retno menceritakan, dirinya sempat dicegah masuk ke Ramallah. Tetap berusaha masuk, Retno kemudian dapat meresmikan konsul konsul kehormatan tersebut.

"Jadi niat tidak terhalangi oleh larangan yang harus meminta izin Israel," tuturnya.

Selain itu, dalam segi ekonomi, Indonesia memberikan kontibusi konkret dengan membahas pengurangan dan pembebasan tarif produk-produk yang dihasilkan Palestina. Diharapkan kebijakan ini dapat membantu Palestina dari segi ekonomi.

Menlu Retno Marsudi di acara diskusi MUIMenlu Retno Marsudi di acara diskusi MUI Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom

Retno menerangkan, Indonesia menjadi wajah negara dengan penduduk musling terbesar di dunia. Kondisi ini membuat Indonesia dihargai dunia internasional.

"Wajah Indonesia adalah wajah negara dengan penduduk muslim paling besar di dunia, wajah damai, toleran dan demokratis. Wajah inilah yang dihargai oleh dunia luar. Kalau orang luar dihargai dari persenjataan kuat, kalau Indonesia dengan wajah toleran ini," tuturnya.


Dalam acara ini, hadir mantan Ketua MUI Din Syamsuddin. Selain itu, perwakilan negara sahabat yang ikut datang ke acara ialah dari Kedubes Irak, Suriah, Sudah, Palestina, Saudi Arabia, Thailand, dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhael Y Galuzin. (jbr/dha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads