"Saya selalu menyampaikan bahwa Palestina selalu ada di jantung politik luar negeri Indonesia. Setiap helaan napas diplomasi Indonesia di situ selalu ada isu Palestina," kata Retno, Kamis (9/11/2017).
Retno menyampaikan hal ini dalam acara diskusi internasional bertema 'Indonesia dan Kepemimpinan Dalam Dunia Islam' di Kantor MUI, Jl Proklamasi No 51, Jakarta Pusat. Dia mengatakan, komitmen Indonesia terhadap Palestina ditunjukkan dalam beberapa kesempatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, Indonesia juga mendirikan konsul kehormatan di Ramallah. Retno menceritakan, dirinya sempat dicegah masuk ke Ramallah. Tetap berusaha masuk, Retno kemudian dapat meresmikan konsul konsul kehormatan tersebut.
"Jadi niat tidak terhalangi oleh larangan yang harus meminta izin Israel," tuturnya.
Selain itu, dalam segi ekonomi, Indonesia memberikan kontibusi konkret dengan membahas pengurangan dan pembebasan tarif produk-produk yang dihasilkan Palestina. Diharapkan kebijakan ini dapat membantu Palestina dari segi ekonomi.
Menlu Retno Marsudi di acara diskusi MUI Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom |
Retno menerangkan, Indonesia menjadi wajah negara dengan penduduk musling terbesar di dunia. Kondisi ini membuat Indonesia dihargai dunia internasional.
"Wajah Indonesia adalah wajah negara dengan penduduk muslim paling besar di dunia, wajah damai, toleran dan demokratis. Wajah inilah yang dihargai oleh dunia luar. Kalau orang luar dihargai dari persenjataan kuat, kalau Indonesia dengan wajah toleran ini," tuturnya.
Dalam acara ini, hadir mantan Ketua MUI Din Syamsuddin. Selain itu, perwakilan negara sahabat yang ikut datang ke acara ialah dari Kedubes Irak, Suriah, Sudah, Palestina, Saudi Arabia, Thailand, dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhael Y Galuzin. (jbr/dha)












































Menlu Retno Marsudi di acara diskusi MUI Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom