"Rezim Zionis yang haus darah secara keliru berpikir bahwa dengan membunuh para pemuda Palestina, bisa mematahkan tekad mereka," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi seperti dilansir media Iran, Press TV, Selasa (31/10/2017).
Diimbuhkannya, kekejaman yang terjadi selama tujuh dekade tak bisa mematahkan tekad dan semangat rakyat Palestina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terowongan diledakkan dari dalam wilayah Israel, dekat dengan pagar keamanan. Tindakan militer Israel sehubungan dengan pelanggaran kedaulatan Israel yang parah dan tak bisa diterima ini," kata juru bicara militer Israel, Jonathan Conricus kepada para wartawan.
Dilansir AFP, Selasa (31/10/2017), Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza pimpinan Hamas, mengkonfirmasi tujuh orang tewas dan 12 lainnya cedera.
Dua korban tewas berasal dari sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam. Sementara lima korban tewas lainnya berasal dari kelompok Jihad Islam yang juga beraliansi dengan Hamas. Kedua kelompok tersebut mengkonfirmasi korban tewas tersebut.
Dalam statemennya, Jihad Islam menyatakan bahwa terowongan tersebut merupakan "bagian dari kebijakan pencegahan untuk membela rakyat Palestina".
Sementara itu, gerakan Hamas mengkritik insiden tersebut sebagai upaya untuk merusak pembicaraan rekonsiliasi antara faksi-faksi Palestina. Hamas juga menekankan bahwa serangan Israel tersebut merupakan "perang baru terhadap rakyat Gaza". (ita/ita)











































