Clinton Ingin Masyarakat Aceh Kembali Hidup Normal

Clinton Ingin Masyarakat Aceh Kembali Hidup Normal

- detikNews
Senin, 30 Mei 2005 23:48 WIB
Banda Aceh - Bill Clinton telah mengakhiri kunjungannya selama di Aceh. Sebelum meninggalkan Aceh, mantan presiden Amerika Serikat (AS) ini, meminta masyarakat Aceh segera kembali ke kehidupan normal pasca tsunami. "Perekonomian harus segera dibangun dan dunia pariwisata di Aceh harus dibangun kembali," kata Clinton dalam konferensi persnya di Ruang VIP Bandara Iskandar Muda, Banda Aceh, Senin (30/5/2005). Dia mengungkapkan hal itu usai melakukan kunjungan ke kamp pengungsi di Desa Teurbeh, Aceh Besar.Clinton mengungkapkan, dari kunjungan ke kamp pengungsian banyak dijumpai para pengungsi yang frustasi. "Mereka ingin keluar dari tempat penampungan sementara, dan ingin kembali ke tempat semula," ungkap Clinton.Berdasarkan pengamatannya sudah banyak yang dilakukan oleh pemerintah maupun LSM serta lembaga donor lainnya terhadap masyarakat Aceh. "Saya melihat tidak ada kelaparan dan penyakit yang menyerang anak-anak. Konseling dan pelatihan juga sudah dilakukan sesuai kebutuhan," tandas suami Hillary Clinton ini.Clinton menyatakan, kantor badan rehabilitasi dan rekonstruksi dalam waktu dekat akan menyelesaikan 200 kontrak senilai US$ 700 juta dan sebesar US$ 500 juta berasal dari LSM. "Saya terkesan melihat peralatan nelayan yang sudah ada, sehingga mereka kembali pada mata pencahariannya," jelas Clinton.Kedatangan dirinya ke Aceh akan terus dilakukan selama 2 tahun. Hal itu dilakukan mengingat dirinya sebagai perwakilan dari para donor di AS. "Hasil pertemuan dengan para donor, kami mengusulkan kas pendidikan yang nantinya akan digunakan," janji Clinton. Mengenai isu korupsi, Clinton menyatakan, dirinya sudah bertemu Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias Kuntoro Mangkusubroto dan membicarakan mengenai isu tersebut. "Semua lembaga yang membantu rekonstruksi di Aceh harus mengikuti aturan termasuk dalam UU anti korupsi," kata Clinton. Terkait dengan embargo militer AS, Clinton berpendapat, saat ini lah yang paling baik untuk memulai hal yang baru. "Bagaimana kerjasama untuk kesepakatan dan tidak hanya fokus pada soal tsunami," ujarnya. (mar/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads