Menneg LH Diminta Perhatikan Khusus Daerah Pertambangan
Senin, 30 Mei 2005 17:11 WIB
Jakarta - Kerusakan lingkungan yang kian parah membuat banyak pihak prihatin. Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) Rachmat Witoelar diminta memberikan perhatian khusus kepada daerah pertambangan."Kami meminta daerah pertambangan terutama Nusa Tenggara Barat (NTB), Papua dan Kalimantan Timur diberi perhatian khusus," kata Ketua Komisi VII DPR, Agusman Effendy, saat membacakan hasil kesimpulan rapat kerja dengan Menneg LH di Gedung DPR/MPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (30/5/2005).Dalam rapat, wakil ketua Alvin Lie sempat menanyakan respons Menneg LH terhadap dugaan pencemaran di Teluk Senunu, Nusa Tenggara Barat. Teluk tersebut diduga telah tercemar limbah tailing dari PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). "Kami mendengar kabar kerusakan di NTB lebih parah dibandingkan Teluk Buyat," kata Alvin.Menanggapi pertanyaan itu, Rachmat mengaku akan menindaklanjutinya. "Kami akan memberi perhatian khusus," janjinya.Ia mengaku juga mendapat laporan adanya dugaan pencemaran limbah tailing di Papua yang dilakukan PT Freeport. "Kami sudah menemui pihak Freeport dan mereka berjanji akan menelusurinya," jawab Rachmat.Kasus Teluk Senunu ini mencuat setelah Kementerian LH memperpanjang izin pembuangan tailing NNT ke dasar laut selama 2 tahun. Diperbolehkannya NTT membuang tailing sebanyak 85,4 juta ton itu dianggap akan makin menghancurkan ekosistem yang ada.
(ton/)











































