Muhaimin Minta Kiai Pendukung Alwi Membaca AD/ART
Senin, 30 Mei 2005 13:11 WIB
Jakarta - Kehadiran para kiai sepuh dalam Munas Alim Ulama PKB versi Alwi Shihab dinilai Muhaimin Iskandar sebagai 'kesalahan karena ketidaktahuan'. Para kiai itu membuat kesimpulan yang salah, yakni mendukung kubu yang salah, karena belum membaca AD/ART PKB dengan baik."Kiai-kiai yang tidak membaca AD/ART membuat kesimpulan yang salah," kata Ketua Umum DPP PKB yang juga Wakil Ketua DPR ini kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/5/2005).Muhaimin kemudian meminta para kiai tersebut membaca AD/ART agar bisa memahami persoalan pada proporsinya. Ia juga meminta para kiai melakukan klarifikasi kepada AD/ART jika mendapatkan informasi dari orang yang fasik atau pengecut."Al Quran bilang seperti itu. Apabila datang kepadamu seorang fasik, kunci pertama adalah klarifikasi. Mestinya para kiai melakukan klarifikasi kepada AD/ART," jelas Muhaimin.Muhaimin juga menegaskan bahwa pelaksanana Munas dan Mukernas PKB versi Alwi di Surabaya tidak sesuai AD/ART. Sebab peserta yang datang tidak sah karena bukan pengurus struktural PKB. "Yang datang di musyawarah versi mereka itu kan bukan pengurus PKB. Bahkan ada indikasi dari partai lain juga ikut datang ke sana."Ia juga mengemukakan adanya indikasi konflik berkepanjangan di PKB ini diintervensi oleh kekuatan di luar PKB. "Kita harus hati-hati melihat apa yang terjadi. Karena kita tangkap ada indikasi kekuatan di luar PKB menyusup dalam mukernas kemarin itu," katanya. Dicontohkannya, kiai yang datang dari Cirebon adalah kiai yang pada Pemilu 2004 menggembosi PKB. "Dia berafiliasi denganpartai lain. Nuansa keinginan untuk memecah belah PKB sangat besar," katanya tanpa menyebutkan siapa kiai yang dimaksud dan partai afiliasinya.Sementara tentang tawaran islah dari Alwi dengan syarat melakukan muktamar ulang, Muhaimin menolaknya. "Pintu islah terbuka asal pijakannya Muktamar II di Semarang," tegasnya.
(gtp/)











































