detikNews
Rabu 01 November 2017, 18:11 WIB

Kesaksian Ketua RT saat Ditodong Senapan oleh Eks Dokter RSPAD

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kesaksian Ketua RT saat Ditodong Senapan oleh Eks Dokter RSPAD Foto: dr Anwari Kertahusada/Kanavino detikcom
Jakarta - Ketua RT 006 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Subagio, bercerita saat dirinya ditodong senapan oleh eks dokter RSPAD, dokter Anwari Kertahusada. Peristiwa itu terjadi di sebuah bengkel setelah Anwari mendapat penangguhan penahanan dari polisi.

Awalnya Subagio mendapat telepon dari seorang pemilik bengkel bernama Adi sekitar pukul 22.00 WIB, Sabtu (28/10). Subagio dimintai tolong oleh Adi sebab ada keributan di bengkel.


"Ya intinya, jadi ceritanya gini, malam itu pukul 22.00-an, hari Sabtu. Itu ada lah anak bengkel yang minta tolong, dekat lokasi rumah saya, minta tolong telepon saya," kata Subagio saat berbincang melalui sambungan telpon, Rabu (1/11/2017).

Mendengar hal tersebut, Subagio langsung bergegas menuju bengkel yang tak jauh dari rumahnya. Saat tiba di lokasi, Subagio mendapati Anwari cekcok dengan pemilik bengkel.

Entah apa yang diributkan saat itu, namun, Adi sang pemilik bengkel mengaku handphone-nya dirampas oleh Anwari. Subagio yang mengetahui hal tersebut mencoba untuk mendinginkan situasi.


Alih-alih kondisi membaik, Subagio malah ikut dituding oleh Anwari.

"Nah setelah itu, saya lari lah ke bengkel. Setelah di bengkel terjadi lah itu si dokter dan anak bengkel. Nah tak lama kemudian, anak itu ngadu ke saya. 'Pak HP saya dirampas sama Pak Dokter'," ujar Subagio.

"Tak lama kemudian handphone saya bunyi, terus akhirnya saya ditanya sama dokter, 'kamu mau telepon siapa? Kamu mau telepon polisi ya? Kamu rekam saya ya?'," sambungnya.


Anwari lalu menghampiri Subagio dan meminta handphone miliknya diberikan. Subagio menolak sehingga membuat Anwari marah.

"Nah terus setelah itu Anwari ngampirin saya mau minta handphone. Nah, saya nggak kasih," imbuhnya.

Setelah itu, Anwari masuk ke mobilnya dan membawa senapan. Senjata itu ternyata akan ditembakkan ke Subagio karena Anwari tak terima telah diingatkan.


"Dia balik ke mobil, keluarian senapan. Nggak tau senapan apa, laras panjang, saya juga nggak tahu. Karena malam. Mau ditembakkan lah ke saya," ujarnya.

Situasi semakin panas. Anwari menodongkan senapan itu ke muka Subagio. Warga yang berkumpul di lokasi sempat mencoba mencegahnya namun mereka kepalang takut dengan senapan yang dibawa Anwari.

"Ya sempat (ditembakkan). Ke atas. Tadinya ditujuin ke muka saya," ujar Subagio.


Namun senapan itu akhirnya tak jadi ditembakkan ke muka Subagio. Anwari menembakkannya ke arah langit sebanyak dua kali.

"Ke atas. Ke langit. Nggak ada tembok," sambungnya.

Setelah itu, Anwari balik lagi ke mobil untuk menyimpan senapan. Semua orang menyangka dia akan pulang namun ternyata dia kembali lagi menghampiri Subagio.


Kali ini, dia mendorong Subagio dan menarik-narik bajunya hingga kancingnya lepas. Tamparan pun mendarat di muka Subagio.

"Nggak, nggak saya kasih. Akhirnya didorong, ditarik baju saya, sampai kancing pada lepas, rusak baju saya. Akhirnya singkat cerita dorong-dorongan itu banyak yang melerai cuma kan dia tetap keukeuh minta handphone saya," imbuhnya.

Anwari lalu pulang ke rumahnya. Sementara Subagio melapor ke polisi terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan eks dokter tersebut. Anwari pun kembali ditangkap oleh polisi dan kini tengah mendekam di ruang tahanan Polres Jaksel.
(knv/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com