Teridentifikasi, 5 Jasad Korban Ledakan Pabrik Dijemput Keluarga

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 30 Okt 2017 17:52 WIB
Foto: 5 keluarga korban menyambangi RS Polri untuk mengambil jasad korban. (Yulida/detikcom)
Jakarta - RS Polri kembali mengidentifikasi 6 jenazah korban ledakan pabrik kembang api di Kosambi, Kabupaten Tangerang. 5 jenazah langsung dijemput keluarga sementara 1 jenazah lainnya masih menunggu keluarga.

"Ada 1 yang akan dikirim ke Tegal. Saat ini lima lainnya dikirim ke Tangerang," kata Kabid Dokpol Polri Kombes Pramujoko di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (30/10/2017).

Pantauan detikcom, kelima keluarga korban menyambangi RS Polri untuk mengambil jasad korban. Polisi mengeluarkan 5 peti mati atas nama Eipih binti Udin (15), Robiyah (16), Ponih, Putri, dan Halimah bin Saroni.
Teridentifikasi, 5 Jasad Korban Ledakan Pabrik Dijemput KeluargaFoto: 5 keluarga korban menyambangi RS Polri untuk mengambil jasad korban. (Yulida/detikcom)

Sekitar pukul 16.00 WIB kelima jasad tersebut dimasukkan ke masing-masing mobil ambulans. Salah satu keluarga korban, ayah Robiyah bernama Odoy menyebut anaknya akan dimakamkan di Desa Blimbing, Kosambi, Tangerang.

"Nanti langsung dimakamkan," kata Odoy.

Ia mengaku mengetahui anaknya bekerja di pabrik tersebut karena baru putus sekolah. Ia mengatakan anaknya hanya ingin membantu meringankan beban orang tuanya karena masih memiliki anak bayi.
Teridentifikasi, 5 Jasad Korban Ledakan Pabrik Dijemput KeluargaFoto: 5 keluarga korban menyambangi RS Polri untuk mengambil jasad korban. (Yulida/detikcom)

"Tahu sih atas kemauan dia sendiri, baru putus sekolah, adiknya masih ada bayi, bantu-bantu pengen kerja, kalau kita larang takut stress jadi saya izinkan," kata Odoy.

Seperti diketahui, hari ini polisi mengumumkan 6 jenazah yang kembali teridentifikasi. Salah satu korban, Aryusli Hardiwan yang beralamat di Tegal, Jawa Tengah. Jasadnya belum dibawa ke rumah karena pihak keluarga belum tiba di RS Polri.

Hingga kini total jumlah korban yang teridentifikasi di RS Polri menjadi 15 orang. (yld/nvl)