DetikNews
Selasa 24 Oktober 2017, 15:42 WIB

Kasus Bayi Debora, 3 Manajer RS Mitra Keluarga Diganti

Tsarina Maharani - detikNews
Kasus Bayi Debora, 3 Manajer RS Mitra Keluarga Diganti Foto: Tsarina Maharani/detikcom
Jakarta - RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, telah mencopot dan mengganti 3 manajernya terkait kasus kematian bayi Tiara Debora. Langkah ini menindaklanjuti surat sanksi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.


"Awal Oktober ini, kami sudah melakukan restrukturisasi manajemen dan sudah kami laporkan ke Dinkes," ujar Juru Bicara PT Ragamsehat Multifita, dr. Nurvantina Pandina, di Financial Club Graha Niaga, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2017).


Tiga posisi yang diganti oleh RS Mitra Keluarga Kalideres adalah Direktur RS Mitra Keluarga Kalideres, Manajer Keperawatan, dan Manajer Marketing and Customer Management. Saat ini yang menjabat ketiga posisi tersebut secara berturut-turut adalah dr. Jocelyn Adrianto, M.Y. Sriyanti, dan dr. Dina Hanum.

Posisi yang diganti Direktur RS Mitra Keluarga Kalideres, Manajer Keperawatan, dan Manajer Marketing and Customer Management.Posisi yang diganti Direktur RS Mitra Keluarga Kalideres, Manajer Keperawatan, dan Manajer Marketing and Customer Management. Foto: Tsarina Maharani/detikcom

"dr. Jocelyn ini adalah direktur rumah sakit yg baru, menggantikan Fransisca Dewi. Yang lainnya yang kami ganti adalah Manajer Keperawatan dan Manajer Marketing and Customer Management," ucap Nurvantina.

Nurvantina menyatakan bahwa penunjukkan nama-nama baru ini disesuaikan dengan rekomendasi dari pihak Dinkes DKI Jakarta. RS Mitra Keluarga Kalideres juga melihat nama-nama yang direkomendasikan ini memiliki pengalaman yang dilihat dapat memperbaiki sistem manajemen rumah sakit.


"Dalam menunjuk pergantian ini juga merujuk pada rekomendasi dari Dinkes. Kami melihat mereka memang memiliki potensi dan pengalaman yg baik. Misal dari Jocelyn lulusan magister manajemen rumah sakit dan sudah pernah ngelola rumah sakit swata yang nanganin pasien BPJS juga," sambung Nurvantina.

Selain restukturisasi, RS Mitra Keluarga Kalideres juga sedang dalam proses persiapan akreditasi rumah sakit. Pihak Dinkes DKI Jakarta memberikan tenggat waktu paling lambat 6 bulan sejak surat sanksi dikeluarkan.


"PR kami selanjutnya adalah pelaksanaan akreditasi. Kami diminta untuk mengurus akreditasi 6 bulan sejak surat sanksi dikeluarkan. Kami sedang berusaha untuk itu dan sedang dalam persiapan," ucap Direktur RS Mitra Keluarga Kalideres, dr. Jocelyn Adrianto di lokasi yang sama.

Dinkes DKI Jakarta menjatuhkan sanksi kepada RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakbar terkait kematian Bayi Tiara Debora sejak tanggal 25 September 2017. Sanksi ini dijatuhkan berdasarkan hasil investigasi Dinkes DKI. Dua poin yang disoroti Dinkes DKI Jakarta adalah restukturisasi dan akreditasi rumah sakit.
(aan/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed