Keluarga 3 Sandera di Filipina Curhat ke Gus Dur

Keluarga 3 Sandera di Filipina Curhat ke Gus Dur

- detikNews
Jumat, 27 Mei 2005 16:01 WIB
Jakarta - Pembebasan tiga sandera di Filipina belum jelas. Keluarga sandera kecewa atas putusan pemerintah yang menolak membayar tebusan. Mereka pun mengadu ke Gus Dur.Keluarga 3 sandera tiba di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (27/5/2005) pukul 13.30 WIB. Mereka yakni Sudung Hutagaol, kakak Edison Hutagaol; Heriyadi, kakak Ahmad Resmiadi dan Samsudin, kakak dari Yamin Labuso. Ketiganya didampingi Koordinator Kontras Usman Hamid dan baru diterima Gus Dur pukul 14.00 WIB."Deplu tidak memenuhi tuntutan tebusan 3 juta ringgit dari penyandera. Yang kami yakini solusi pembebasan dengan membayar tebusan. Jadi jelas, kami tidak puas," kata Sudung Hutagaol usai pertemuan."Kalau tidak ada hasil dari pemerintah, buat apa kami datang ke Deplu dan ketemu mereka lagi. Makanya kami menemui Gus Dur," ujarnya sambil memegangi foto sang adik.Dalam pertemuan yang berlangsung selama 20 menit itu, Kepala Operasional Kontras Edwin Partogi menambahkan, para sandera dalam kondisi tidak sehat."Sudah 57 hari para sandera belum dibebaskan dan sandera Resmiadi menderita malaria sedangkan Edison diare," kata Edwin."Kami meminta tolong ke Gus Dur atas pesan dari Resmiadi melalui telepon langsung kepada keluarganya," imbuhnya.Menanggapi hal itu, Gus Dur mengaku akan berusaha keras membebaskan tiga sandera. "Saya baru mulai bergerak 29 Mei 2005 nanti akan kita pelajari dulu," kata Gus Dur."Saya sebenarnya soal penyaderaan ini tidak tahu apa-apa. Nama Hutagaol saja saya baru dengar. Tetapi, saya akan berusaha berunding dengan mereka. Kita harus tahu dulu siapa penculiknya," ujar Gus Dur. (aan/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads