DetikNews
Sabtu 21 Oktober 2017, 07:38 WIB

Perangi Korupsi, KPK Gandeng Komunitas Publik di Bali

Nur Indah F - detikNews
Perangi Korupsi, KPK Gandeng Komunitas Publik di Bali Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - KPK menggandeng komunitas publik di Bali untuk meningkatkan partisipasi gerakan bersama melawan korupsi. Hal ini diwujudkan lewat rangkaian acara yang dekat dengan masyarakat, yaitu seni dan hobi.

"Korupsi tidak hanya dapat diberantas dengan kegiatan-kegiatan penindakan, tetapi nilai-nilai dapat terinternalisasi lebih mudah melalui seni. Dengan kegiatan ini, KPK berharap bisa meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan aksi masyarakat luas dalam memberantas korupsi," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Sabtu (21/10/2017).

Rangkaian acara itu dimulai pagi ini dengan menggelar Anticorruption Messengers Bali. KPK menggandeng Sekretariat Bersama Komunitas Sepeda (SAMAS) Bali yang diikuti 45 pesepeda, menyampaikan pesan antikorupsi dalam tabung menuju 9 kabupaten/kota di Bali. Antara lain Negara, Singaraja, Karangasem, Tabanan, Gianyar, Bangli, Klungkung, Denpasar, dan Badung.

Pusat perjuangan heroik masyarakat Bali, yaitu Lapangan Puputan, Badung menjadi titik mulai. Acara dimulai sejak pukul 06.00 WITA.

"Lapangan Puputan Bandung dipilih karena kesesuaian tema kegiatan dengan sisi historis lapangan," sebut Febri.

Komisi antirasuah ini mengambil tema Puputan sebagai simbol semangat perjuangan di Bali yang sejalan dengan misi antikorupsi. Tema besar ini, menurut Febri, kemudian diturunkan menjadi 4 nilai dasar, yaitu jengah, keberanian, dedikasi, dan integritas, yang memiliki arti masing-masing.

Dimulai dari jengah, yang berarti sikap malu sehingga tertantang melakukan perbaikan dan semangat pantang menyerah. Lalu yang kedua, keberanian, yaitu kemampuan menjadi teladan dan menunjukkan keberanian secara transparan dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Dedikasi, aksi dalam jangka panjang yang dimulai dari diri sendiri dan kesediaan untuk membangun jaringan secara konsisten. Integritas, kapasitas moral dan intelektual untuk menyadari dan memahami arti korupsi dan bahayanya bagi kehidupan berbangsa," papar Febri.

Masih akan berlanjut, Klinik Film Antikorupsi akan mengisi acara besok. Kali ini KPK menggandeng komunitas film setempat. Bertempat di Institut Seni Indonesia, Denpasar, acara akan dimulai pukul 09.00 WITA.

Menurut juru bicara KPK, ini bukanlah yang pertama. Sejak September silam, KPK sudah melakukan serangkaian kegiatan bersama komunitas-komunitas seni di Bali.

"Kegiatan ini akan berlanjut hingga acara puncak pada 9 Desember mendatang," pungkasnya.
(nif/gbr)
kpk
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed