DetikNews
Jumat 20 Oktober 2017, 12:34 WIB

Nikita Mirzani Diperiksa Terkait Cuitan Hoax soal Panglima TNI

Mei Amelia R - detikNews
Nikita Mirzani Diperiksa Terkait Cuitan Hoax soal Panglima TNI Foto: Ismail/detikHOT
Jakarta - Aktris Nikita Mirzani siang ini akan diperiksa terkait laporan cuitan hoax yang menghina Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Nikita diperiksa sebagai saksi korban atas laporan yang dibuat oleh pengacaranya, Muanas Alaidid.

"Iya nanti pukul 14.00 WIB, Nikita akan diperiksa sebagai saksi korban di Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya," kata Muanas kepada detikcom, Jumat (20/10/2017).

Sebelumnya, Muanas melaporkan cuitan hoax yang menimpa kliennya itu ke Polda Metro Jaya pada Senin (9/10) lalu. Muanas mengapresiasi kecepatan polisi dalam menindaklanjuti laporannya itu.

"Iya kalau soal cepat, relatif itu. Tetapi, tentunya saya sangat mengapresiasi kinerja polisi dengan tindak lanjut memanggil Nikita sebagai saksi korban. Saya sendiri sebagai pelapor sudah dimintai keterangan kemarin," ujar Muanas.

Muanas mengatakan, dengan adanya pemeriksaan ini, diharapkan polisi bisa mengungkap fakta yang sebenarnya. Ia berkeyakinan bahwa cuitan soal PKI dan Panglima TNI itu tidak berasal dari akun Twitter Nikita yang asli.

"Kami tinggal tunggu perkembangannya saja," ucapnya.

Ia juga berharap polisi mengungkap siapa sebenarnya yang menyebarkan cuitan hoax itu. "Harapannya agar si penyebar bisa ditemukan. Terkait pekerjaan Nikita di beberapa stasiun TV juga kan dinonaktifkan, sehingga dengan penegakan hukum ini berharap Nikita bisa bekerja kembali," sambungnya.

Laporan Nikita diterima dalam laporan polisi bernomor Tanda Bukti Laporan (TBL): LP/4878/X/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus dengan dugaan Pasal 35 juncto ayat 1, Pasal 29 juncto Pasal 45 ayat 3, Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 2 UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ada tiga orang atau pihak dan dua akun media sosial yang dilaporkan Nikita melalui kuasa hukumnya, Muannas. Mereka adalah Ketua Umum Gerakan Pemuda Anti-Komunis (Gepak) Rahmat Himran; Aliansi Advokat Islam NKRI, yang melaporkan Nikita ke Polda Sumatera Selatan; pengusaha muda sekaligus Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia Sam Aliano, yang mengadukan Nikita ke KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) sehingga berakibat Nikita dinonaktifkan dari kegiatan manggung-nya.

Sementara itu, dua akun medsos yang turut dilaporkan adalah PKI_Terkutuk65 (akun Instagram) dan akun Facebook Aria Dwiatmo. Menurut Muannas, dua akun media sosial itulah yang diduga pertama kali menyebarkan tweet hoax Nikita.
(mei/aan)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed