Bargain SBY di Negeri Bush Terganggu Ancaman di Kedubes AS
Kamis, 26 Mei 2005 22:22 WIB
Jakarta -
Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Ancaman di Kedubes AS bisa jadi noda hitam bagi upaya bargain Presiden SBY di AS. Tapi sebenarnya, apa iya ancaman itu ada? "Aparat keamanan kita harus segera menyikapi dan mengklarifikasinya," tukas anggota Komisi I DPR Amris Hassan kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2005).Hal itu harus dilakukan agar pernyataan dari aparat keamanan bisa cepat sampai kepada publik AS. "Kita harus cepat menyampaikan bahwa situasinya tidak seperti yang digambarkan AS," tukas anggota FPDI Perjuangan ini.Jika respons Polri lambat, maka akan menggangu upaya Presiden SBY memperbaiki hubungan diplomatik dengan Negeri Paman Sam pimpinan George W Bush itu. "Apapun yang di-bargain SBY akan diganggu kejadian dalam negeri," tegas Amris.Apalagi, lanjut dia, tragedi runtuhnya WTC masih menghantui warga AS. "Aparat harus bekerja cepat dan jangan hanya diam saja kalau (ancaman di Kedubes AS) ini tidak benar," desaknya.Pemerintah AS menutup Kedutaan Besar (Kedubes) dan seluruh Konsulat Jenderal (Konjen)-nya di Indonesia. Penutupan ini terkait adanya ancaman keamanan. Namun, hingga kini belum diketahui detil bentuk ancaman tersebut.
(ton/)










































