DetikNews
Kamis 19 Oktober 2017, 14:09 WIB

PDIP Minta Menhub Hentikan Operasi Kereta Api di Sumbar

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
PDIP Minta Menhub Hentikan Operasi Kereta Api di Sumbar Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Anggota Komisi V DPR F-PDIP Alex Indra Lukman menyoroti angka kecelakaan kereta api di Sumatera Barat. Tingginya angka kecelakaan membuat Alex meminta Menhub Bud Karya Sumadi menghentikan operasi kereta api.

"Data yang kami kumpulkan, sejak Januari 2016 sampai sekarang, sudah terjadi 37 kali kecelakaan sehingga dalam satu bulan itu hampir terjadi dua kali kecelakaan," kata Alex dalam rapat bersama mitra Komisi V di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/10/2017).

"Dengan korban jiwa sebanyak 9 orang meninggal ditempat. Total seluruh korban jiwa dan luka-luka itu 50 orang, berarti itu kira-kira tiga orang perbulan," imbuh Alex membeberkan data kecelakaan kereta api di Sumbar.


Berdasarkan data tersebut, Alex mempertanyakan tentang standar keselamatan kereta api di Sumatera Barat. Dia membandingkannya dengan UU No 23 tahun 2017 dan Peraturan Menteri Perhubungan No 24 Tahun 2015 tentang Perkeretaapian dan Standar Keselamatan Perkeretaapian, terutama tentang perlintasan sebidang.

"Saya mohon, Pak, tolong dipersiapkan dulu sesuai standar keselamatan sehingga kereta tersebut layak dioperasikan. Hampir seluruh perlintasan sebidang itu tidak ada pintu perlintasannya," tambah Bendahara Fraksi PDI Perjuangan ini.

Disampaikan Alex, negara wajib melindungi segenap rakyat Indonesia yang termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara 1945 dan memberikan rasa aman pada rakyat sesuai Nawacita Bapak Presiden Joko Widodo. Karena itu, dia meminta operasi kereta api di Sumbar dihentikan sampai aspek keselamatan terpenuhi.

"Kalau kereta ini menjadi kereta maut, saya mohon diberhentikan dulu operasionalnya sampai standar keselamatannya dipenuhi. Saya rasa kita bertanggung jawab semuanya untuk itu," ungkapnya.


Alex menegaskan akan menempuh jalur lain untuk memperjuangkan masalah ini jika Kementerian Perhubungan yang paling bertanggung jawab tidak menggubrisnya.

"Saya tegaskan dan mohon untuk diperhatikan, ini untuk kedua kalinya saya sampaikan dalam rapat ini, kalau tidak diindahkan, mohon izin saya akan melakukan upaya konstitusional lainnya karena ini menyangkut nyawa manusia," tegas Alex.

Budi lantas memberi janji akan mempelajari dan mengevaluasi persoalan tersebut.

"Saya tidak merekam secara pasti, tapi saya pikir bahwa kecelakaan yang begitu banyak menjadi satu tugas bagi kami untuk menyelesaikannya," ungkapnya.
(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed