DetikNews
Rabu 18 Oktober 2017, 16:23 WIB

Jaksa Minta Rumah Mewah dan Pajero Pasutri Vaksin Palsu Dirampas

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jaksa Minta Rumah Mewah dan Pajero Pasutri Vaksin Palsu Dirampas Rumah milik pasutri pembuat vaksin palsu (dok detikcom)
Jakarta - Pasutri pembuat vaksin palsu Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina yang terkenal dengan kehidupan mewahnya dijerat pasal pencucian uang. Dalam tuntutannya, jaksa meminta pasutri itu dihukum 6 tahun penjara dan sejumlah hartanya itu dirampas.

"Meminta majelis hakim untuk merampas rumah di Kemang Pratama, dua bidang tanah di Tambun, Mobil Pajero, dan tiga sepeda motor milik para terdakwa untuk negara," ujar Jaksa Herning, dalam tuntutannya di PN Bekasi, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Rabu (18/10/2017).

Jaksa Minta Rumah Mewah dan Pajero Pasutri Vaksin Palsu DirampasFoto: Rumah pasutri di Kemang Pratama (detikcom)


Herning mengatakan selama persidangan Rita-Hidayat tidak mampu membuktikan asal-usul harta yang dirampas. Pasutri itu juga merekayasa keterangan di persidangan.

"Kedua terdakwa tidak bisa membuktikan harta benda di Kemang Pratama Regency, Mobil Pajero, tiga sepeda motor dan dua bidang tanah di Tambun Selatan, karena tidak mampu membuktikan harta sah, maka memperkuat dakwaan penuntut umum," jelasnya.



Herning mengungkapkan tiap bulannya terdakwa memperoleh untung puluhan juta. Keuntungan itu digunakan terdakwa untuk membeli rumah dan mobilnya.

"Keuntung rata-rata (pembuatan vaksin palsu) Rp 20 juta sampai Rp 30 juta, untuk membayar tanah dan bangun rumah di kemang, membeli mobil Pajero dan membayar bayar cicilan motor," paparnya.

Kejari Kota Bekasi mendakwa ketujuh pembuat vaksin palsu dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Ketujuh terdakwa yakni Hidayat-Rita, Iin-Syafrizal, Agus Priyanto, Mirza, dan Sutarman.

Sedangkan untuk terdakwa lain, jaksa juga telah menuntut Pasutri Iin-Syafrizal dengan pasal TPPU. Mereka dituntut hukuman 4 tahun penjara, selain itu mobil dan beberapa motor dirampas untuk negara.

Total di kasus ini, ada 7 terdakwa yang telah divonis hukuman penjara. Perbuatan mereka terbukti melanggar UU Kesehatan dan Perlindungan Konsumen.
(ed/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed